Planet Padmanaba

March 11, 2010

Sunu Wibirama

Daftar Rumah Makan Halal & Masjid di Bangkok

Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak pengajian MMIT (Masyarakat Muslim Indonesia di Thailand) yang telah berkenan berbagi informasi tentang direktori makanan halal dan masjid di Thailand. Direktori rumah makan halal terdiri dari data :

1. Nama Rumah Makan
2. Telepon
3. Alamat lengkap
4. Status kehalalan (apakah pemiliknya muslim atau bukan)
5. Tipe makanan (Indonesia, Thai, dll)

Daftar Masjid terdiri dari Nama Masjid dan alamat masjid di Bangkok.

Bagi rekan-rekan bloggers sekalian yang memerlukan informasi tentang daftar rumah makan halal dan masjid di Bangkok, Thailand, silahkan mendownload di salah satu link yang kami sediakan:

1. Download dari repository Wibirama.Com

2. Download dari 4shared.com

3. Download dari Rapidshare.Com

by sunu wibirama at March 11, 2010 04:32 AM

March 09, 2010

Sunu Wibirama

Menulis Thesis (1)

Menulis thesis, bukan sesuatu yang mudah. Namun sebagai tuntutan amanah akademis, menulis thesis (atau skripsi untuk S1 dan disertasi untuk S3), tentu membutuhkan persiapan-persiapan yang cukup. Beberapa pengalaman pribadi, rasanya cukup penting untuk di-share di sini. Tak lain dan tak bukan, semoga Sampeyan tidak mengulangi kesalahan yang pernah saya lakukan.


1. Time scheduling

Saya adalah orang yang biasa bekerja dengan target. Bukannya diperbudak target, tapi berusaha untuk konsisten pada diri sendiri itu ternyata tidak mudah, lho. Sampeyan mungkin bisa aja konsisten sama  orang tua Sampeyan, atau bahkan dosen Sampeyan. Tapi kalau sama diri sendiri? Beraat bung! Makanya, time scheduling itu penting, karena waktu itu adalah sesuatu yang mahal harganya, terutama kalau Sampeyan sudah mendekati batas waktu pengumpulan thesis. Sepertinya kita jadi tidak bisa diganggu gugat. Ditelepon nggak bisa, jarang online YM, Facebook ga pernah di-update, pokoknya thesis dan thesis. Sebenarnya yang kayak gitu bisa diakalin jika Sampeyan mau. Chattingan, mengerjakan thesis, nonton streaming film Korea atau Jepang di Youtube, semua bisa diatur, asal konsisten. Terus, gimana dong time scheduling yang baik?
Oke, MasDab. Ini dia beberapa langkah-langkahnya:

a. Mulailah dari tujuan akhir. Misal nich, Sampeyan pengin ngumpulin thesis bulan Maret 2010. Maka, letakkan Maret 2010 sebagai tujuan akhir. Kemudian, perjelas langkah-langkah menuju pengumpulan thesis, misalnya:

November-Desember 2009 : Studi literatur + pengumpulan bahan baku
Desember 2009-Januari 2010: Mulai nulis bab 1 dan bab 2
Januari-Februari 2010 : Melanjutkan bab 3 dan bab 4
Maret 2010 minggu I : Bab 5 (alias kesimpulan) dan print draft
Maret 2010 minggu II - minggu III : koreksi thesis oleh advisor
Maret 2010 minggu IV : finalisasi + kumpulkan thesis

Ok. Itu jadwal garis besarnya. Kemudian bisa di-break down lagi menjadi jadwal per minggu. Dan yang terpenting, sebenarnya jadwal setiap harinya. Aktivitas Sampeyan harus benar-benar tertib sesuai dengan yang Sampeyan rancang.Insya Allah, semuanya bakalan kebagian tempat. Kata orang, “Orang sibuk itu biasanya orang yang menghargai waktu”. Sibuk yang bener maksudnya, kalau sibuk ngegosip yo sami mawon ……

2. Tentukan judul thesis
Saya rasa untuk yang satu ini menjadi hak prerogratif Sampeyan dan dosen pembimbing Sampeyan. Judul ini gampang-gampang susah. Tapi kalau Sampeyan sudah membicarakannya secara baik-baik (bukan dengan cara kekerasan) dengan pembimbing Sampeyan, pasti judul ini disetujui. Jika Sampeyan harus melewati presentasi proposal, maka menentukan judul thesis menjadi sebuah proses yang cukup memakan waktu. Tapi yakinlah, semakin banyak masukan (asal nggak ngawur), tentu semakin baik

3. Membuat outline thesis
Outline thesis semacam garis-garis besar halauan thesis Sampeyan. Intinya, buat poin-poin konten yang akan Sampeyan bahas di thesis sampeyan. Setelah itu, tunjukkan ke dosen Sampeyan. Biasanya dia akan memberi respon. Kemudian, dari poin-poin tadi, kita mulai merancang bahan baku yang dibutuhkan untuk “mengisi” poin-poin tersebut.

Contoh:
Chapter I : Introduction. Bahan baku: contoh thesis tahun kemaren.
Chapter II : Literature Reviews. Bahan baku: jurnal (a, b, c…….), buku (1, 2, 3……), dst.

Intinya, tahapan pengumpulan bahan baku ini harus sudah dipikirkan semenjak pembuatan outline. Jangan kayak saya, setelah ngetik, baru ketahuan bahan bakunya apa………

4. Mengumpulkan bahan baku
Oke. Setelah bahan baku terkumpul, Sampeyan perlu memanajemen bahan-bahan itu. Supaya Sampeyan gak pusing, silahkan Sampeyan pakai EndNote atau software manajemen referensi lainnya. Apa itu EndNote? Jawabannya bisa Sampeyan search di blog saya atau klik di sini. Masukkan satu per satu referensi Sampeyan ke EndNote, selengkap-lengkapnya. Jangan lupa attach pula file PDF jurnal atau paper yang sampeyan butuhkan di thesis ke dalam EndNote. Biar ga lupa aja lokasinya. Jangan kayak saya (lagi), yang selalu malas meng-attach file PDF dan sibuk mencari-cari file dalam ratusan folder data. Oya, pastikan Sampeyan membuat satu sub-folder di dalam folder induk thesis Sampeyan dengan judul “REFERENSI”. Ini memudahkan Sampeyan untuk mengatur paper-paper, ebook, dan semua artikel yang akan menjadi referensi thesis Sampeyan.

5. Drafting
Pada tahapan ini, yang sering saya jumpai adalah MALAS. Malas untuk memulai dan selalu menunda pekerjaan. Saya pun mengalaminya sedemikian rupa, sehingga memerlukan tips khusus untuk bisa segera mulai. Bagaimana caranya? Gampang bos. Coba lihat rekan-rekan Sampeyan yang sudah lulus dan bayangkan jika itu terjadi pada Sampeyan. Tips ini cukup ampuh buat saya. Sembari browsing data di internet, saya mencoba “mengambil inspirasi” dari rekan-rekan yang sudah menyelesaikan studi dan berkutat dengan aktivitas baru mereka. Rasanya kok “menyenangkan” sekali dan dari sanalah saya menemukan tenaga untuk menulis.

Menulis bukan sesuatu yang mudah, MasDab. Percaya deh. Sepandai apapun Sampeyan, jika Sampeyan tidak pernah latihan menulis, apalagi kok menulis ilmiah, wow……sulit, MasDab. Tapi nasi sudah keburu jadi bubur. Beri kecap dan kacang aja sekalian. Sampeyan sudah terlanjur berada di akhri masa studi dan kini Sampeyan mau tidak mau harus menulis. Tidak ada lagi “latihan menulis”, karena Sampeyan tak pernah memikirkan pentingnya latihan menulis.

Lalu, apa yang harus Sampeyan lakukan?

Untuk memberi inspirasi, Sampeyan bisa melihat gaya menulis dari para pengarang jurnal atau buku yang sesuai dengan bidang Sampeyan. Contek saja dulu mentah-mentah. Kemudian ubah kalimat-kalimat itu dengan cara bertutur Sampeyan. Ada beberapa vocab menarik yang nantinya akan Sampeyan dapatkan dari sana. Nah, vocab-vocab “keren” inilah yang akan menjadi modal Sampeyan menapaki halaman demi halaman selanjutnya. Untuk tahap yang satu ini, saya sarankan Sampeyan meng-install kamus bahasa Inggris-Indonesia/Indonesia-Inggris, serta Inggris-Inggris (Thesaurus). Kamus thesaurus akan membantu Sampeyan “bersilat keyboard” supaya tulisan Sampeyan nggak basi karena vocab-nya monoton.

6. Editing
Wah, ini bagian terberat, MasDab. Editing ini meliputi segala sesuatunya:
- grammar atau tata bahasa
- ketepatan penulisan
- kutipan gambar dan tabel
- persamaan
- hasil percobaan
de-el-el

Saya sendiri, sampai saat ini masih mempercayakan jasa naskah hard copy karena lebih akurat untuk melakukan penyuntingan. Untuk tahap yang satu ini, Sampeyan seyogyanya meminta bantuan  rekan atau dosen untuk mengoreksi naskah Sampeyan.

7. Submit thesis
Yah, tahapan terakhir yang menyenangkan. Eits, jangan lupa check list yang diperlukan. Perlukah naskah Sampeyan di-print berwarna, atau cukup hitam dan putih? Semua harus dipastikan, MasDab. Setelah submit thesis, Sampeyan tentu tinggal memikirkan ujian + revisi.

by sunu wibirama at March 09, 2010 12:57 AM

March 04, 2010

Saga Iqranegara

Inspirasi Pagi #2

Menghadapi masalah sama halnya menaiki anak tangga. Kalau bisa melangkahinya, maka kita akan 1 tingkat lebih tinggi. Semakin besar anak tangga itu, maka semakin tinggi tingkatan kita.

by iqranegara at March 04, 2010 06:45 AM

February 20, 2010

Sunu Wibirama

Konversi Referensi BibTex ke EndNote

Apakah Sampeyan pernah mengalami kesulitan meng-konversi referensi berformat BibTex ke dalam database EndNote ? Atau malah sebaliknya, sampeyan ingin mencantumkan referensi dalam database EndNote dalam format (style) BibTex ?

Nah, MasDab. Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang tips memasukkan referensi berformat BibTex ke dalam database EndNote, serta sebaliknya. Sebelumnya, saya persilahkan dulu Sampeyan mengunduh file BIBTEX-E.zip di bawah ini. Pilih salah satu link saja :

http://rapidshare.com/files/353127364/BIBTEX-E.zip

http://www.4shared.com/file/225725216/49e973bc/BIBTEX-E.html

Sudah? Oke. Sekarang silahkan ekstrak file tadi. Sampeyan akan melihat tiga buah file di dalamnya:

1. Bibtex.Ens
2. jxpinstall.exe
3. bib2endnote.jar

A. Instalasi JRE

Untuk keperluan import referensi BibTex ke EndNote, komputer Sampeyan harus memiliki Java Runtime Environment (JRE) karena aplikasi yang dibuat berekstensi *.jar. Aplikasi ini akan menjadi aplikasi yang executable (bisa langsung dijalankan dengan double-click) apabila Sampeyan memiliki JRE. Nah, untuk men-download dan meng-install JRE, silahkan double-click file jxpinstall.exe. Secara otomatis, file ini akan menyelesaikan tugas-tugasnya. Sampeyan hanya perlu menekan tombol Next dan Finish. Lihat screenshot di bawah ini:

B. Memasukkan Referensi Berformat BibTex ke dalam database EndNote

Nah, kalau sudah, mari kita melakukan praktek. Misal, Sampeyan menjumpai sebuah paper yang menyediakan format citation HANYA dalam bentuk BibTex, maka Sampeyan akan menemui file berformat *.bib atau format referensi seperti ini:

@article{1040146,
 author = {Ananda, A. L. and Srinivasan, B.},
 title = {An extensive bibliography on computer networks},
 journal = {SIGCOMM Comput. Commun. Rev.},
 volume = {13-14},
 number = {5-1},
 year = {1984},
 issn = {0146-4833},
 pages = {78--98},
 doi = {http://doi.acm.org/10.1145/1040142.1040146},
 publisher = {ACM},
 address = {New York, NY, USA},
 }

Nah, caranya….save format referensi tadi ke dalam file *.bib. Bisa pake notepad kok. Kemudian, buka file *.bib tadi dengan aplikasi bib2endnote.jar. Setelah itu, save referensi dalam format file *.XML supaya bisa dibuka menggunakan EndNote. Misal, referensi di atas di-save dengan nama : ref1.xml

Kemudian buka EndNote. Klik File > Import > Import Option > EndNote generated XML. Lalu cari file tadi dan tekan “Import”. Selesai sudah. Referensi sudah masuk ke dalam database EndNote Sampeyan. Gampang tho?

C. Mengubah format referensi ke dalam format BibTex

Untuk mengubah referensi sampeyan ke dalam format BibTex, caranya sangat mudah :

  • Kopikan file BIBTEX.ENS ke dalam folder : C:\Program Files\EndNote X3\Styles
  • Buka program EndNote dan pilih “Select Another Style…”
  • Pilih “BibTex Export” dan periksa format “preview” Sampeyan

Nah, referensi lebih lanjut bisa Sampeyan temukan di sini:

[1] http://www.it.usyd.edu.au/~tapted/bib2endnote.html

[2] http://geomorph.ldeo.columbia.edu/grg/resources/info/bibtex-to-endnote-converter.htm

[3] http://www.endnote.com/support/enconversion.asp

[4] http://www.endnote.com/support/ensupport.asp

by sunu wibirama at February 20, 2010 03:35 AM

February 14, 2010

Sunu Wibirama

Eye Tracking Clinical Session

Yap, judul di atas berhubungan erat dengan apa yang saat ini menjadi amanah akademis saya, MasDab. Ceritanya, saya sedang membuat sebuah alat yang akan digunakan untuk membantu pakar ENT (Ear, Nose, Throat) atau bahasa kerennya THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) menganalisa penyakit dalam sistem ke seimbangan di pada tiga saluran setengah lingkaran  (vestibular system) yang terdeteksi melalui gerakan mata.

Alat ini, biasa disebut sebagai “Medical Eye Movements Tracking” dalam berbagai referensi ilmiah. Untuk membuat alat ini, saya melakukan survey kecil-kecilan selama 1 tahun. Pengembangan alat ini dilakukan selama lebih dari dua tahun karena penelitian awal sudah dilakukan sebelum saya terdaftar sebagai master student di kampus saya. Terus terang, versi komersial dari alat ini memang cukup mahal. Menurut referensi ini, versi komersial dari alat yang disebut dengan VIDEO-OCULOGRAPHY (VOG) ini mencapai 1000 - 30.000 USD. Maka, peneliatian untuk menghasilkan “low cost” VOG sangatlah penting untuk meningkatkan jangkauan penggunaan VOG di kalangan praktisi medis.

Foto Ruang ENT Srinakarinvirooj Hospital

Nah Masdab, hari Jum’at kemarin (12 Februari 2010) saya menyempatkan diri untuk pergi ke unit ENT Rumah Sakit Srinakarinvirooj dalam rangka melakukan percobaan “resmi” dengan menggunakan pasien yang menderita  vertigo pada sistem penglihatannya karena penyakit yang ada dalam sistem keseimbangan. Hari itu benar-benar hari yang mendebarkan karena bisa saja saya tidak memperoleh sampel data yang saya inginkan. Penyakit ini benar-benar langka dan sangatlah beruntung apabila kita bisa menemukan pasien yang menderita penyakit ini (meskipun kita tidak berharap si pasien menderita, bukan?).

Treatment Pasien oleh dokter ENT

Keberuntungan rupanya benar-benar berpihak pada saya dan dokter yang menjadi advisor medis saya. Hari itu, setelah menunggu cukup lama, kami menemukan seorang pasien (ibu dengan umur 56 tahun) yang menderita vertigo selama sebulan. Terapi medis sudah dilakukan sebelumnya, namun tidak rutin. Hari itu, saya melihat secara langsung bagaimana dokter menangani pasien dan melakukan analisa terhadap hasil rekaman gerakan mata pasien. Alat yang saya bawa selama 1,5 jam perjalanan dari kampus saya walhasil tidak teronggok sia-sia. Kami menggunakannya untuk merekam gerakan mata pasien dan menganalisa hasilnya. “Khun chok dee mak, Sunu. Mee case wan nii,” (Kamu beruntung sekali, Sunu. Ada kasus hari ini) kata Pak Dokter. “Khob khun na khrab,” saya mengucapkan terima kasih kepada beliau atas bantuannya.

Sampeyan penasaran dengan hasil rekamannya?
Mohon maaf, saya hanya bisa menampilkan rekaman dari versi lama alat tersebut. Video versi terbaru kami gunakan untuk pengembangan metodologi analisa.  Silahkan lihat video di bawah ini atau klik link ini

MEDICAL EYE TRACKING RECORDING:

by sunu wibirama at February 14, 2010 09:55 AM

February 03, 2010

Sunu Wibirama

WORKING DESK

Interested dengan postingan Kang Yayan, saya mencoba meng-capture dua kondisi meja kerja pada saat eksperimen menggunakan pasien (tentu untuk keperluan thesis), dan saat kondisi normal. I won’t have clean working desk until the thesis deadline passed. Covering something bad in unusual way to pretend to be a good guy, in Thai we call “Phak Chi” - means the name of vegetable put on the rice in order to make the rice seems tasty :P .

EXPERIMENT MODE : OFF

EXPERIMENT MODE : ON

by sunu wibirama at February 03, 2010 08:19 AM

January 29, 2010

Saga Iqranegara

LIMA RAHASIA ISTRI SEMPURNA

1. Seorang Istri yang cantik, pintar bersolek, memasak dan mengurus rumah adalah penting.
2. Seorang Istri yang periang, enerjik, dapat membuat kita tertawa dan menghibur di kala susah juga penting.
3. Seorang Istri yang pengertian, soleh, jujur taat beribadah dan dapat dipercaya itu sangat penting.
4. Seorang Istri yang dapat memahami dan memuaskan anda lahir batin juga tidak kalah penting.
5. Tapi yang paling penting adalah, keempat istri-istri tersebut di atas jangan sampai saling mengenal satu sama lainnya..

(copaz)

by iqranegara at January 29, 2010 10:37 AM

January 26, 2010

Arie Bayu Purnomo

The Lost Symbol

Akhirnya saya menamatkan novel tebal ini. 705 halaman tepatnya. Dan seperti karya Dan Brown sebelumnya, saya tidak bisa berhenti membaca sejak saya mulai dari halaman pertama. Setiap alur cerita pasti menimbulkan pertanyaan bagaimana kelanjutannya. Seperti Davinci Code, novel ini juga menyajikan teka-teki yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Walaupun ini cerita fiksi, namun Dan Brown berani [...]

by ariebp at January 26, 2010 03:01 AM

January 25, 2010

Saga Iqranegara

Unboxing The Smashing Book

Setelah menunggu sabar selama 6 bulan, akhirnya The Smashing Book yang ditunggu-tunggu tiba. Buku pertama smashingmagazine.com ini sampe di rumah temen sabtu kemarin, tapi baru sempat diambil hari ini, Senin 25 Jan 2010. Berikut ini poto2nya.. hehehehe :D

IMG_1552

IMG_1557

IMG_1558

IMG_1561

IMG_1563

IMG_1565

IMG_1568

IMG_1569

IMG_1570

Jujur, krn buku ini mahal dan bagus, jadi sayang utk baca, takut rusak n lecek :D

by iqranegara at January 25, 2010 02:15 PM

Arie Bayu Purnomo

It’s Not Over

This is a cool song from Mr. Chris Dauhgtry. Reading the lyric makes me “high”, hehehehe Taken all I could take and I cannot wait Were wasting to much time Being strong holding on Can’t let it bring us down My life with you means everything So I won’t give up that easily Blow it Away, Blow it Away Can we make this [...]

by ariebp at January 25, 2010 08:16 AM

January 20, 2010

Sunu Wibirama

WINNER : Nampak Beda Nyata Sama 01

The most creative comments for NBNS01 came from :

1. Juan F Anto (via Facebook), said:

sama2 isinya penjahat
sama2 bertembok putih
sama2 ber kasur
sama2 ber sellimut
sama2 ada di posting ini

2. Todi Adiatmo (via Facebook) said:

sama-sama nyaman buat tawanan yang satu standar internasional yang satu standar bintang 5…

sama-sama berkasur empuk, yang satu standard size yang satu king size…

sama-sama layak huni dan bersih, bedanya yang satu pake karpet yang satu beralaskan semen :D

sama-sama bercat putih, yang satu polos, yang satu full hiasan :D

sama-sama ada kamar mandinya, bedanya yang satu pake hot shower yang satu wc duduk doank

3. Gina (via blog) said :

Sama-sama (1)putih cat temboknya,(2)ada pintunya,(3)tempat tidur yg nyaman,(4)tempat ngobrol yg nyaman,(5)tempat leyeh-leyeh yg nyaman juga!Heu!

Congratz, bro and sis! You’ve been blogrolled  :p
(i’m waiting for the 3rd winner’s blog URL)

by sunu wibirama at January 20, 2010 12:21 AM

January 16, 2010

Sunu Wibirama

Inside Steve’s Brain: Review

“Once you get into the problem, you see that it’s complicated, and you come up with all these convoluted solutions. That’s where most people stop, and the solutions tend to work for a while. But the really great person will keep going, find the underlying problem, and come up with an elegant solution that works on every level. That’s what we wanted to do with Mac” (Steve Jobs, “Inside Steve’s Brain”, 2008).

Well, MasDab. Mungkin Sampeyan yang telah mengenal saya sejak lama mengerti benar bahwa saya adalah seorang Apple user yang sedang tertawan dengan Windows, setidaknya untuk dua tahun (academic reason, of course). Namun demikian, ini tidak lantas menghilangkan kecintaan saya kepada mesin yang sudah membantu saya mencari duit plus menyelesaikan skripsi S1 saya, iBook G4 (yang kini dipekerjakan oleh adik perempuan saya).


Melamuni ex-soulmate

Kali ini, saya akan sedikit membahas sebuah buku kecil, yang mengupas tentang dibalik sukses Apple, Inc. (dulu Apple Computer, Inc.) menguasai dunia pemasaran mp3 player, personal computer dan laptop, sampai gadget. Buku yang berjudul “Inside Steve’s Brain” ini ditulis oleh Leader Kahney, seorang editor di Wired.Com dan penulis di blog Cult of Mac. Ia telah bertahun-tahun menjadi pengguna dan pengamat produk-produk Apple. Buku kecil yang ia tulis ini bercerita tentang bagaimana Steve Jobs mempengaruhi seluruh sisi bisnis dan kultur kerja di Apple Inc. yang ia mulai dari idenya tentang sebuah produk : Simpel dan Elegan. Namun untuk mendapatkan dua kesan itu pada semua produk Apple bukanlah pekerjaan yang mudah. Steve Jobs adalah orang yang mampu menduplikasi kultur kerjanya kepada semua orang yang ia pekerjakan. Terlebih lagi, ia adalah orang yang benar-benar fokus pada satu pekerjaan yang ia tekuni. Ia adalah salah satu CEO kelas dunia yang berani berkata “tidak” pada ide diversifikasi produk yang memiliki efek samping menghancurkan pasar produk utama perusahaan. Sebuah ide “aneh” yang belakangan justru membuat iPod menjadi satu-satunya mp3 player dengan market share terbesar di dunia, dengan 73.8 persen per September 2009 [1].

Buku ini juga mengupas isu-isu terkini seputar MacBook Pro, iPhone, sampai dengan gosip backdating scandal yang menimpa Apple Computer, Inc. (1997-2002) [2]. Alih-alih menjelaskan sukses Apple, Inc. dari segi pengamat luar, buku ini justru menjelaskan bagaimana Steve Jobs berpikir dan menuangkan gagasannya dalam semua produk Apple.  Kahney mencoba menjelaskan bagaimana Steve Jobs berpikir dari beberapa komentar rekan kerja Jobs, mantan karyawan Apple, maupun beberapa engineer di Apple yang saat ini masih aktif bekerja. Salah satu yang menarik adalah munculnya rumor istilah “Getting Steved” di antara karyawan Apple saat Jobs diangkat sebagai interim CEO di Apple Computer, Inc. tahun 1997. Istilah yang diartikan secara literal “dipotong” atau “dipecat tanpa seremoni” ini biasa digunakan untuk menyebut para karyawan yang dipecat di tempat karena ia tak bisa menjawab pertanyaan Steve Jobs saat itu juga [3].  Meskipun  gosip ini tidak pernah terbukti, cerita-cerita tentang “dipecat tanpa seremoni” menjadi sebuah hal yang biasa di Apple, Inc. Selain itu, pada setiap akhir bab, Kahney menyertakan poin-poin penting pelajaran yang bisa diambil dari Steve Jobs. Hal ini sangat bermanfaat bagi mereka yang menjadi leader di sebuah institusi atau para pengambil kebijakan di dunia bisnis.

Kelemahan buku ini adalah, Kahney tidak menyertakan wawancara dan partisipasi langsung dari tokoh yang menjadi sentral buku ini, Steve Jobs. Namun hal ini justru membuat pemaparan cara berpikir Jobs menjadi semakin menantang. Kahney menyertakan beberapa perkataan resmi Steve Jobs dari hasil wawancara langsung berbagai media massa terhadap Steve Jobs. Hasil wawancara ini kemudian diramu dengan hasil wawancara langsung dari beberapa mantan karyawan dan karyawan Apple, serta beberapa referensi dari buku tentang Apple yang telah terjamin keabsahannya. Kelemahan lain buku ini adalah alur yang kurang tertata. Penjelasan Kahney tentang pribadi dan cara berpikir Steve Jobs membuat Kahney mencomot berbagai macam kejadian yang berhubungan dengan narasinya, tanpa mengatur urutan peristiwa tersebut. Sampeyan akan menemui cerita Kahney akan sebuah peristiwa pada tahun 2004, dan meloncat ke tahun 1997, kemudian tahun 2002.

Bagi Sampeyan yang penasaran dengan bagaimana Apple, Inc. menuai sukses, buku ini menjadi jaminan yang bermutu. Tapi bagi Sampeyan yang ingin tahu bagaimana proses berdirinya Apple, Inc., proses hampir bangkrutnya (tahun 1996), sampai menuai sukses di tahun 2000-an, buku ini bukanlah titik tolak yang tepat buat Sampeyan. Saya sarankan untuk memulainya dengan menengok buku lain semacam Apple Confidential 2.0 yang lebih terstruktur secara historis.

Reference:

[1] http://www.afterdawn.com/news/archive/19294.cfm

[2] http://money.cnn.com/2006/12/29/technology/apple_jobs/index.htm

[3] L. Kahney, “Inside Steve’s Brain”, Portfolio: New York, 2008, p. 33-35.

by sunu wibirama at January 16, 2010 05:57 AM

Saga Iqranegara

January 14, 2010

Sunu Wibirama

Download Presentasi Pelatihan EndNote X3

Bulan Agustus 2009 yang lalu, mahasiswa Indonesia di Thailand mengadakan pelatihan bersama tentang software EndNote X3, sebuah software manajemen database referensi yang berjalan di atas sistem operasi Windows dan Macintosh. Software ini sangat membantu penulis untuk mengolah referensi dan mencantumkannya pada makalah atau disertasi. Kami, selaku salah satu pengisi acara dengan segala kerendahan hati mempersilahkan rekan-rekan blogger yang berkenan untuk mengetahui isi training tersebut mengunduh presentasi pelatihan di link :

4shared :

http://www.4shared.com/file/196547804/8ee50029/EndNote_X3_for_Student.html

Rapidshare:

http://rapidshare.com/files/335003827/EndNote_X3_for_Student.zip

by sunu wibirama at January 14, 2010 05:48 AM

January 13, 2010

Sunu Wibirama

Nampak Beda Nyata Sama E01

Nampak Beda Nyata Sama Edisi Perdana

Dua buah gambar di atas adalah ruangan penjara. Benarkah? Ya, saya tidak bohong, MasDab. Gambar pertama adalah ruangan penjara di Amerika dengan standard internasional. Ruangan kedua adalah penjara di negara kita INDONESIA, dengan standard non-internasional.

PERTANYAAN : carilah 5 persamaan (selain kalimat “sama-sama penjara” ) dari dua gambar di atas

HADIAH : link exchange di blog saya, untuk tiga orang blogger yang kreatif.
(Lumayan lho, rata-rata visitor blog ini 70 orang per hari).

Ditunggu komentarnya, MasDab! ;)

by sunu wibirama at January 13, 2010 05:46 AM

January 10, 2010

Saga Iqranegara

Inspirasi Pagi

Tim kita ibarat tata surya yg terus berputar, harus terus berputar agar tetap utuh, sekali berhenti berputar maka akan tercerai semuanya.

by iqranegara at January 10, 2010 02:48 AM

January 03, 2010

Saga Iqranegara

Perbedaan Si Kaya dan Si Miskin

Apa sih perbedaan Si Kaya dan Si Miskin? Gampang… Si Kaya punya uang banyak dan Si Miskin hidupnya selalu susah karena gak punya duit.

Semua orang tahu itu. Tapi apa sih yang membuat Si Kaya kaya dan Si Miskin miskin? Ada banyak faktor. Faktor yang paling dasar ada dalam ilustrasi berikut.

***
Suatu ketika Si Kaya dan Si Miskin dipertemukan. Semua yang mereka bawa dilucuti. Si Kaya dijauhkan dari hartanya, dan Si Miskin dijauhkan dari kemiskinannya. Kemudian mereka masing-masing diberi uang 100 juta. Artinya saat ini mereka dalam kondisi sama (sama kaya atau sama miskin). Setelah itu keduanya berpikir akan digunakan untuk apa uang 100 juta di tangan mereka itu.

Si Kaya memutuskan untuk menggunakannya sebagai modal usaha. Dia melihat pasar emas sedang bagus. Sadar bahwa dirinya tidak menguasai jual beli emas, dia memutuskan mengajak seorang teman untuk mengelola usaha emasnya. Teman yang dia pilih bukan teman sembarangan. Dia telah lama berteman baik dan dia percaya sepenuhnya kepada teman itu.

Awalnya memang tidak mudah. Usaha yang dijalani Si Kaya mendapat hambatan. Tapi dari semua yang dihadapi itu dia belajar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Uang yang dihasilkan dari usahanya dia gunakan dengan cermat, sesuai porsi dan manfaatnya.

Di sisi lain, uang 100 juta itu membuat Si Miskin senang bukan main. Belum pernah dia memegang uang sebanyak itu. Dia memutuskan untuk membangun rumah yang selama ini menjadi impiannya. Sebuah rumah bata dibangun di atas sepetak tanah yang sebelumnya berdiri gubuk bambu miliknya. Tidak terlalu mewah memang, tapi rumah barunya cukup membuat para tetangga iri dan Si Miskin bisa tersenyum puas.

Tanpa disadari, keputusannya untuk membangun rumah ternyata memunculkan kebutuhan lain. Perabotan, televisi berwarna, dan sebagainya. Si Miskin tidak ingin terlihat setengah-setengah oleh tetangganya. Apa pun yang bisa membuat dia tampak kaya, dia beli, meskipun itu artinya akan mengurangi uang yang dia miliki.

Setahun berlalu, Si Kaya dan Si Miskin dipertemukan kembali. Si Kaya tampak bersahaja dengan setelan jas. Dia mengaku bahwa bisnis emas yang dijalaninya mendatangkan rejeki berlimpah. Sebaliknya, Si Miskin tampak lesu. Dia mengaku keputusannya untuk membangun rumah ternyata tidak tepat. Nafsunya untuk terlihat kaya membuatnya lupa untuk berusaha mengembangkan uang yang dia dapat.

***
Dari ilustrasi di atas jelas bahwa apa yang membuat Si Kaya kaya dan Si Miskin miskin adalah bagaimana mereka mengelola harta yang dimiliki dan bagaimana gaya hidup yang dipilih.

by iqranegara at January 03, 2010 02:42 PM

Sunu Wibirama

Tips Mencari Paper Conference dan Journal Gratis

Pernahkah Sampeyan merasa begitu tertekan saat mencari referensi berbahasa Inggris berupa paper atau makalah lainnya? Apakah Sampeyan menyerah dengan kondisi perpustakaan universitas Sampeyan yang langganan jurnalnya tak pernah up to date? Kalau jawabannya iya, kondisi yang sama juga pernah saya rasakan. Nah, di artikel ini saya akan menjelaskan beberapa cara untuk mendapatkan referensi berupa paper conference dan journal secara gratis. Namun, tentu ada ikhtiar yang perlu Sampeyan lakukan untuk mendapatkannya. Tenang saja, tidak berbahaya bagi kesehatan kok.

INTRO

Untuk mahasiswa Master atau Doktor, referensi berupa paper atau jurnal sangatlah penting. Namun sayang, tidak semua universitas mampu berlangganan jurnal-jurnal ilmiah yang harganya selangit itu. Bahkan untuk mendownload satu buah full paper berupa file PDF saja, saya pernah menjumpai sebuah electronic journal library memasang harga sebesar 150 USD. Hanya beberapa lembar saja dan kita harus membayar kurang lebih 1,5 juta rupiah. Itu belum termasuk harga langganan account untuk satu tahun. Lain cerita jika Sampeyan kuliah di universitas yang memperhatikan “hak” mahasiswanya. Sampeyan bisa meninggalkan artikel ini segera :).

Pada artikel kali ini, saya akan sedikit berbagi bagaimana cara mendapatkan “full paper” berupa file PDF secara gratis, untuk kita manfaatkan dalam kepentingan penelitian kita.  Tentu hal ini adalah pengecualian dari hasil pencarian langsung menggunakan Google Scholar. Ada tiga buah cara yang akan saya kupas di sini. Cara yang pertama dan kedua rating keberhasilannya cukup tinggi (*saya sudah berkali-kali mencoba dan tingkat keberhasilan mencapai 90%). Cara yang ketiga, sangat tergantung dari keluwesan Sampeyan bergaul dengan teman-teman Sampeyan.

METODE

1. HUBUNGI PENGARANGNYA LANGSUNG!

Jurus andalan ini sudah terbukti lancar dan legal. “Legal” di sini perlu kita garis bawahi karena kita tidak menyalahi kesepakatan apapun. Selain itu, pengarang paper akan sangat senang mengirimkan papernya karena menjadi referensi untuk peneliti lain. Cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan email dan perlu “sopan santun” tertentu supaya pengarang paper tersebut mau memberikan paper-nya ke kita. Di bawah ini adalah contoh email yang bisa kita kirimkan kepada author paper saat kita melakukan request paper tersebut . Saya ambilkan dari salah satu email saya yang berhasil di-reply plus mendapatkan attachment berupa paper gratis dari sang penulis.

Bagian (1) adalah basa-basi kita untuk memperkenalkan diri. Sebutkan nama, asal institusi, dan tema penelitian yang sedang kita kerjakan. Jangan lupa sebutkan pula nama dosen pembimbing. Jika Sampeyan beruntung, mungkin saja penulis mengenal dosen pembimbing Sampeyan dan ini menjadi nilai tambah untuk email Sampeyan.

Bagian (2), sebutkan paper yang Sampeyan inginkan. Pastikan judul dan tahun publikasi tertulis dengan jelas. Dua hal ini bisa Sampeyan cari di Google. Gampang kok.

Bagian (3), supaya sedikit ilmiah, sebutkan dari mana Sampeyan tahu judul paper itu. Bisa saja Sampeyan merujuk ke paper karya profesor lain atau karya dosen sampeyan sendiri untuk “mengangkat” nama pengarang paper tersebut. Sampaikan juga bahwa Sampeyan akan menjadikannya sebagai salah satu referensi untuk paper Sampeyan. Tujuannya, memberikan informasi kepada pengarang paper tersebut bahwa Sampeyan tidak sembarangan meminta paper itu (untuk kepentingan penelitian saja). Kalau Sampeyan beruntung, tentu paper yang Sampeyan inginkan akan dikirimkan langsung. Tapi tidak semua peneliti selalu rajin melihat emailnya. Berdoa saja, semoga urusan Sampeyan dimudahkan Yang Kuasa.

2. REQUEST MELALUI FORUM Myescience.Com

Apa itu myescience.com ? Forum ini adalah forum diskusi internasional berbahasa Inggris tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia akademis. Isinya tak jauh dari sharing cara mencari referensi ilmiah yang baik, mendownload ebook dari Google Book, menulis ilmiah (scientific writing), dan masih banyak lagi. Perlu dicatat, forum ini adalah forum yang “cukup serius” dan mensyaratkan anggotanya untuk ikut berkontribusi pula di forum. Mereka juga memberlakukan aturan yang cukup ketat untuk mengakses konten forum. Hanya member forum dengan poin lebih dari 100 yang bisa mengakses konten forum. Selain itu, beberapa konten memerlukan poin yang lebih tinggi. Lalu bagaimana cara mendapatkan paper gratis di forum ini ? Ini dia langkah-langkahnya :

a. Daftar sebagai member forum. Sampeyan memerlukan alamat email valid untuk konfirmasi aktivasi member.

b. Perkenalkan diri Sampeyan di thread “Get your first 100 credits by introducing yourself“. Sampeyan perlu me-reply posting di thread ini, lalu perkenalkan jati diri sampeyan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Setelah memperkenalkan diri, Sampeyan akan mendapatkan 100 poin/kredit sebagai modal untuk mengakses konten forum, termasuk melakukan request paper di forum ini (untuk request paper, poin Sampeyan harus di atas 100).

c. Menambah poin dengan 2 kali login pada hari yang sama, atau memposting artikel di forum ini. Untuk lebih jelasnya, Sampeyan perlu membaca halaman ini.

d. Oke. Saya asumsikan poin Sampeyan sudah lebih dari 100 (karena Sampeyan sudah memperkenalkan diri dan sudah menambah poin dengan memposting artikel atau login 2 kali di forum ini pada hari yang sama). Kini Sampeyan bisa melakukan request jurnal di forum “Request”, sub-forum “E-Journal” (lihat gambar di bawah ini). Sebelumnya, saya sarankan membaca tata tertib forum dan cara me-request di forum ini, atau account Sampeyan akan di-banned oleh admin. Untuk lebih jelasnya, Sampeyan bisa melihat sendiri halaman sub-forum “E-Journal” di sini. Tergantung request Sampeyan, tapi biasanya dalam waktu 2 hari sudah ada anggota forum yang membantu Sampeyan dan memberi apa yang Sampeyan minta : file PDF dari paper yang Sampeyan request.

*Catatan: jika Sampeyan juga membantu anggota lain menemukan paper yang mereka minta, poin Sampeyan pun akan bertambah cukup tinggi.

a

3. DOWNLOAD VIA REKAN DI UNIVERSITAS LAIN

Kalau Sampeyan tidak berhasil melalui cara pertama dan kedua, mari lakukan cara ketiga. Syaratnya, Sampeyan harus banyak relasi di universitas lain. Sebutkan saja judul, nama pengarang, nama jurnal yang memuat dan link dari paper tersebut. Semoga Sampeyan memiliki rekan yang baik hati.

Semoga membantu dan sukses selalu,

Sunu Wibirama

NB : Artikel ini saya dedikasikan kepada seluruh rekan-rekan yang telah membantu saya dalam penelitian saya selama ini (maaf sudah merepotkan bapak dan ibu sekalian, dan terima kasih atas bantuannya. Khorb Khun Maak, Arigato Gozaimasu!).

1. Mas Szeifoul Afadlal, Pak Tunggul Adi Purwonugroho, Ibu Yuyun Yuniar (Mahidol University, Thailand)

2  Mas Fikri Waskito (Chulalongkorn University, Thailand)

3. Mas Adhika Widya Paraga, Mas TItis Wijayanto (Kyushu University, Japan)

4. Pak Nur Rohman Rosyid (Tokai University, Japan)

5. Mas Gunawan Dewantoro (NTUST, Taiwan)

6. Mas Rommy Tosana Yuliawan (MITIJA, Jakarta)

7. Mas Andi Hakim Kusuma (King Saud University, Saudi Arabia)

8. Tyas Ikhsan Hikmawan (King Abdullah University, Saudi Arabia)

9. Pak Agus BJ (Tokyo Institute of Technology, Japan)

10. Seluruh staf pengajar dan karyawan di Teknik Elektro UGM

dan semua rekan-rekan yang telah memberi doa, saran, dan masukkan atas proses belajar saya selama ini. Wish you all the best, guys.

by sunu wibirama at January 03, 2010 06:05 AM

January 02, 2010

Sunu Wibirama

Imaginary dialogue between Thais and Indonesians : ISLAM

Life as a moslem student in a non-moslem majority country is not-so-easy thing that arises huge interesting experiences. Meanwhile, a lot of moslem people in moslem majority country never (*or yet?) really want to understand about their religion, and how to explain another people about what they belive in. Cross-cultural and cross-religion experiences will be more attractive to read by presenting it as an imaginary dialogue. By talking each other, we will understand how other people think about us and how we think about them. Some parts of the dialogue are real questions and answer happened between us, a foreign Indonesian student and Thais student. Either Indonesians or Thais study in the same institutions. Yet, they have different way to express their believe in God.

Thai (T) : Sawasdee khrap, hi ….peng ngai, Sunu ? (Hello….hi…how are you, Sunu?)

Indonesians (I) : Auw, sawasdee khrap, Pi. Dee khrab, khorb khun na khrab..(Hi…hello, Brother. Fine, thanks!)

T : Have a class today ?

I : Nope. Done it last semester. Just writing thesis now…

T : Nice. Mm……Last night, I saw in the television about some moslem people go to Mecca and do some special praying there. Do you have to go there too?

I : Yep. We call it Hajj. Depends on our condition. But we should make an effort to go there, by saving money of course. You know, it costs quite expensive to go there, especially for me (*laughing).

T : (*laughing) Ah, I see…Good ! But, I think that, why moslem should worship the big black cube there?
I don’t know how to call it…but, it should be easy to you to remember, right?

I : Ah, Yes. It’s called Ka’bah.

T : Kaba? Ka’bah? ….Ok, I know it now.

I : Actually, we don’t worship it. It’s just a mark of direction when we do praying. Have you ever seen me praying in lab ?

T : Yes….yes! You move your hand like this, and like this (*he tried to imitate “takbiratul ihram”).

I : Yes…called Sholat. We don’t worship Ka’bah, actually. We worship our God, Allah. We never mention “Ka’bah” in our praying but “Allah”. So, it’s just a direction where we have to pray in a mosque, or in our room. But if we have to pray on the car, we can pray to any direction.

T : I see. Yes, you ever prayed on the car when we went to Srinakarinvirooj University.

I : Yes, you’re right! It was difficult to find a mosque there. So, I had to pray on the car when we went there.

T : How many times you have to pray in one day?

I : Five times. First, in the beginning of the morning, after we wake up. Approximately 5 o’clock a.m. Second, in the afternoon, start from lunch time until 4 o’clock in the evening. Third, in the evening, start from 4 o’clock until 6 o’clock. Fourth, in the beginning of night, start from 6 o’clock untill 7 o’clock p.m. And finally, before we sleep, start from 7 o’clock untill before the dawn.

T : Wow! Every day?

I : Yes….of course.

T : Why so many? I mean, is it enough if we pray only once or twice per days? Five times are too many, I think.

I : (*laughing….) It worth to do, friend. Just like, why you have to eat three times per day?

T : Feed your body?

I : Yes right! Then praying feeds my soul.

T : I see. It makes sense. Mmm, what about food? You can not eat pork, right?

I : Yes, actually not only pork. Blood, dog, several animals with canine tooth like tiger, or animals which stay in two different natures, like frog and several animals with uneven nails.

T : Hey..what about meat? I mean like cow or chicken?

I : Mm……actually we have special way to kill animal. We should respect the animal, then we have to pray in the names of Allah before we kill them. We also have special ways to kill, which are not to torture them and cut their neck using the sharpest knife. We must not torture animal and have to respect them, that’s the point. That’s why ….you know, moslem people should eat only the Halal meat which comes from proper way to serve. But for seafood, we can eat all you can eat.

T : Sounds not so easy for me. So, it’s okay if you eat seafood ?

I : Yes, of course…..no problem. But don’t put any pork oil into that food. I can not eat them, then….hahaha…….

T : I see…

I : But if you can find any halal shop for me, that’s better.

T : I think, I’ve ever seen halal logo in some moslem shops. But there aren’t lot in Bangkok. You have to seek them in some big department stores like Platinum, Siam Paragon, or MBK.

I : No problem, friend. I’ve gotten some info from my friends. There’re lot at Soi 7, Petchburi Road.

T : Yes. Do you know, if we also have moslem food shop in the front of our campus?

I : Yes, I have gone there several times. Thanks, anyway!

T : So…..would you like to have lunch, now?  Py kin kauw hreu pow? (Should we go to eat or not?)

I : Okay, let’s go. Py leei….(Go!)

by sunu wibirama at January 02, 2010 02:35 AM

December 07, 2009

Saga Iqranegara

Koin Peduli Prita

Prita Mulyasari, terdakwa pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, didenda Rp 204 juta. Itulah putusan Pengadilan Tinggi Banten dalam gugatan perdata yang diajukan RS Omni atas Prita.

Begitulah paragraf pertama berita di Kompas.com, 4 Desember 2009 yang lalu. Apa yang dialami Prita Mulyasari kali ini kembali menarik perhatian publik dan media. Dan seperti yang terjadi pertengahan tahun ini, sebuah gerakan rakyat lahir, menuntut keadilan untuk Prita.

Koin Peduli Prita, nama gerakan yang berusaha membantu meringankan beban yang dialami Prita dengan cara mengumpulka dana dalam bentuk koin atau uang receh. Posko Peduli Prita didirikan untuk mengumpukan koin demi koin itu. Di ranah online, Koin Peduli Prita diwujudkan dalam bentuk blog Koin Keadilan. Dan juga sebuah page di Facebook .

Kabarnya gerakan Koin Peduli Prita terus mendapatkan dukungan dari seluruh daerah di Indonesia. Bahkan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris, mengaku siap menanggung setengah dari denda yang wajib dibayar Prita. Semoga gerakan ini bisa mengurangi beban yang dirasakan Prita. Dan semoga keadilan bisa ditegakkan di negeri ini. Amin

by iqranegara at December 07, 2009 06:00 AM

November 26, 2009

Sunu Wibirama

Scholarship Hunter Guide

Alhamdulillah, setelah tertunda hampir setahun setengah, akhirnya saya bisa merilis bentuk elektronik dari pengalaman saya sebagai seorang “Scholarship Hunter” selama hampir 6 bulan lamanya. Sejak tahun 2007, sebelum saya lulus kuliah, saya terobsesi untuk bisa merasakan nikmatnya menimba ilmu di negeri orang. Bukan karena semata-mata aspek pendidikan yang lebih baik, akan tetapi pengalaman berinteraksi dengan komunitas internasional serta mengusahakan alih teknologi yang rasional adalah sebuah hal yang harus kita persiapkan karena kemajuan bangsa bukanlah jasa perorangan, tapi usaha seluruh komponen masyarakatnya.

Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh rekan-rekan “Hunter” dan penghuni “Bilik Perdjoeangan” di Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada yang pernah berjuang bersama-sama: Dhomas Hatta Fudholi, Ahmad M. Raf’ie, Gentur Widyaputra, Nicholas Mario Wardhana, Fikri Waskito, Aloysius Prihartanto, Roni Irnawan, Catur Triwibowo, Rommy Tosana, Juan Fitrianto, Candra Santosa, Nanang S.W., Adityo ‘Komo’ Ari, Bayu Suardi, Atik ‘Ao’ Pilihanto, Cyrillus Ekana, serta rekan-rekan lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih atas dukungan rekan-rekan Nightlogin 2001-2005. Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu staf pengajar dan karyawan Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada atas bimbingan dan nasihatnya.

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi ‘amunisi’ yang bermanfaat untuk berburu beasiswa. Jangan patah semangat, kawan. Perjuangan baru saja dimulai. Pendidikan bukanlah segala-galanya, tapi segalanya bisa dimulai dari pendidikan.

Bangkok 26 November 2009,

Sunu Wibirama

Unduh Buku Elektronik di sini :

Chicken Soup for Scholarship Applicants (PDF / English Language / 2007)

Scholarship Hunter Guide (PDF / Indonesian Language / 2009)

by sunu wibirama at November 26, 2009 04:31 PM

3000 Hits for OpenCV Tutorial

Terima kasih saya sampaikan kepada rekan Rommy Tosana, yang secara tak terduga mengirimkan email ke saya tentang traffic download selama 11 bulan di tahun 2009. Alhamdulillah MasDab, setelah selama setahun lebih saya mengelola dua buah blog secara bersamaan, ada rekan-rekan yang menganggap apa yang saya tulis bermanfaat untuk mereka. Sampeyan bisa melihat sekilas di screenshot di atas.

Traffic situs ini berada di urutan pertama dari situs lain yang berada di server yang sama, dan mendominasi beberapa peringkat karena file-file yang saya upload di blog ini. Tutorial OpenCV, Buku Panduan Tes TOEFL Asyamil (Free), Buku CakePHP (draft yang belum terselesaikan), serta beberapa makalah lain diminati rekan-rekan blogger dan netter sekalian. Untuk tutorial OpenCV, hits yang diperoleh selama 11 bulan cukup tinggi, di atas 3500 hits.

Saya berharap, yang sedikit ini bisa menjadi amal jariyah saya Sebab untuk berkontribusi besar bagi bangsa ini, saya masih perlu belajar dari penggiat-penggiat dunia pendidikan di Indonesia. Semoga Sampeyan semua bisa merasakan manfaat dari keberadaan saya di dunia maya ini.

Salam,

Sunu .W

by sunu wibirama at November 26, 2009 02:35 PM

November 24, 2009

Sunu Wibirama

Antara “Yin” dan “Fang”

MasDab, sudah beberapa bulan ini saya cukup penasaran dengan penggunaan istilah “Yin” dan “Fang” dalam bahasa Thai. Istilah ini berseliweran begitu saja dan cukup sering saya dengarkan melalui celotehan anak-anak Thai, sehingga saya pun penasaran untuk mengetahui konteks penggunaan dua kata itu.

“Yin” atau dalam bahasa Thai ditulis dengan “ยิน” yang berarti “hear” atau “dengar” digunakan jika kita mendengar berbagai macam suara, yang terjadi dalam tempo singkat. Penggunaannya mirip dengan kata “hear” dalam bahasa Inggris. Kalimat “Saya tidak mendengar ledakan itu”, bisa menggunakan kata “yin” dalam bahasa thai.

Nah, kata bentuk negatif dari kata Yin ini ternyata memiliki pengecualian :

1. Saya tidak mendengar : “Phom mai dai yin”.

2. Saya tidak bisa mendengar (karena tuli) : “Phom yin mai dai”. Akan tetapi akan lebih baik menggunakan kalimat ini : “mai saamaat dai yin” “ไม่สามารถได้ยิน” (tidak mampu mendengar, entah karena unsur umur atau penyakit, dsb).

Bagi rekan-rekan yang baru belajar bahasa Thai, mungkin akan menggunakan “Phom yin mai dai” untuk mengungkapkan “Saya tidak bisa mendengar” atau “Saya tidak dengar”. Namun rekan Thai kita akan tertawa dan menangkap “makna lain” dari kata-kata itu.

Kata kedua, “Fang” atau “ฟัง” bisa berarti “listen” atau “mendengarkan”. Kata ini digunakan jika kita ingin mengungkapkan bahwa kita sedang menyimak sesuatu dengan indera pendengaran kita. Penggunaannya mirip kata “listen” dalam bahasa Inggris. Kalimat “Saya mendengarkan televisi”, bisa menggunakan kata “Fang” dalam bahasa Thai.

Bentuk positif yang muncul dalam percakapan :

1. ฟังรู้เรื่อง , “fang ruu ruang” , atau  ฟังออก , “fang ook” yang berarti : “Saya paham dengan mendengar”.

2. ฟังทัน, “fang than” : “Saya paham dengan ucapan (Anda)”.

Bentuk negatif, yang sangat sering muncul dalam bahasa percakapan adalah :

1. ฟังไม่รู้เรื่อง , “fang mai ruu ruang” , atau  ฟังไม่ออก , “fang mai ook” yang berarti : “Saya tidak paham (dengan mendengarkan ucapan itu)”.

2. ไม่ยอมฟัง, “mai yoom fang” yang berarti  “Saya tidak ingin mendengarkan”.

3.  ฟังไม่ทัน atau  ฟังไม่ค่อยทัน , “fang mai than”  atau “fang mai khoy than” : “Saya tidak paham”

4.  ฟังไม่ได้, “fang mai dai”,  “(Ini) tidak bisa didengarkan” (karena sebuah lagu yang tidak bisa dibuka dengan player, dsb).

5. ฟังไม่ขึ้น, “fang mai khuen”,  “Kedengarannya tidak masuk akal”

OK. Sekian dulu share dari saya, MasDab. Hanya berdasar pengalaman di lapangan saja alias “bahasa pasar”. Untuk lebih jelasnya, Sampeyan bisa kontak rekan-rekan Thai yang Sampeyan kenal. Semoga berguna.

by sunu wibirama at November 24, 2009 05:09 AM

November 15, 2009

Sunu Wibirama

Video Lomba Pidato Bahasa Indonesia 2009

คุณ Khobtam Nilaphaichit และ คุณ Wansiri  ให้พูดเกี่ยวกับ “Indonesia and Thailand Relationship” ใช้ ภาษาอินโดนีเซีย. เก่งจริงๆ ! (Mr. Khobtam Nilaphaichit and Miss Wansiri give speech about “Indonesia and Thailand Relationship” using Indonesian Language. Really smart !)

Khobtam (2nd Winner)

Wansiri (6th Winner)

by sunu wibirama at November 15, 2009 04:35 AM

[Kliping] : Republika Online

By Republika Newsroom
Rabu, 02 September 2009 pukul 09:22:00

Di Bangkok ada tempat ibadah bernama Masjid Indonesia yang ramai dikunjungi orang.

Ramadhan menjadi terasa istimewa kala ia dihidupkan di negeri non-Muslim. Hal tersebut yang dirasakan Sunu Wibirama, mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh S2 di King Mongkuts Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand. Tahun ini, Sunu menjalani Ramadhan kali kedua di negeri Gajah Putih tersebut.

Bagi Sunu, menjalankan ibadah puasa di Thailand disebut dengan lomdhon, tahun ini sangat menantang karena cuaca di Bangkok dan sekitarnya sangat panas. ”Tapi, saya yakin Allah SWT akan memberikan kekuatan bagi kaum Muslimin yang menjalankan puasa hanya untuk mengharapkan rida-Nya,” kata pemuda asal Yogyakarta itu.

Jumlah penduduk Muslim di Thailand memang tidak lebih dari 10 persen total populasi. Namun, Islam menjadi agama mayoritas kedua setelah Buddha. Penduduk Muslim di Thailand sebagian besar berdomisili di bagian selatan Thailand, yaitu daerah Yala, Narathiwat, dan sekitarnya yang dalam sejarahnya adalah bagian dari Daulah Islamiyyah Pattani. Banyaknya masjid di wilayah selatan Thailand, kata Sunu, membuat suasana Ramadhan sangat terasa di sana.

Sementara itu, di Bangkok suasana Ramadhan tidak berbeda jauh dengan hari-hari biasa. ”Tidak ada pernak-pernik lampion, apalagi ketupat Lebaran,” paparnya. Meskipun demikian, beberapa masjid di Bangkok tetap menyelenggarakan buka bersama dan shalat Tarawih berjamaah.

Sunu mengungkapkan, ada sebuah masjid di Bangkok yang sangat istimewa bernama Masjid Indonesia. Bangunan itu adalah masjid pertama yang berdiri atas prakarsa warga Indonesia yang menjadi penduduk Thailand.

Masjid ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia karena menyimpan dua buah kenang-kenangan berupa jam klasik peninggalan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Sampai saat ini, warga sekitar masih menggunakan Masjid Indonesia untuk ibadah dan penyaluran zakat fitrah, infak, dan sedekah. Pada bulan puasa ini, masjid tersebut tiap hari menyelenggarakan buka puasa bersama bagi warga Muslim di Thailand.

Selain itu, ujar Sunu, pusat keramaian umat Islam di Bangkok adalah Islamic Centre Ramkhaeng yang terletak di wilayah Khlong Tan. ”Ramkhaeng memang merupakan napas keislaman di Bangkok, Islami Center-nya adalah yang terbesar di Bangkok,” ujarnya.

Islamic Center tersebut juga menyelenggarakan buka puasa bersama, shalat Tarawih berjamaah, dan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. ”Pada Ramadhan tahun ini, keramaian Islamic Center melebihi hari-hari biasa karena banyaknya umat Islam yang singgah dan beribadah di sini.”

Suasana Ramadhan juga terasa di Ladkrabang, kota kecil tempat tinggal Sunu, yang terletak 40 kilometer di sebelah timur Bangkok. Kota ini menjadi kota Muslim di Bangkok karena jumlah umat Islam yang cukup signifikan. Aktivitas Ramadhan berpusat di masjid dan di Moslem Club yang dibentuk oleh mahasiswa Thailand.

”Jumlah mahasiswa Muslim di kampus saya tahun ini meningkat tajam hingga sekitar 150 orang. Padahal, tahun sebelumnya tidak lebih dari 50 mahasiswa Muslim,” kata staf akademik Teknik Elektro UGM tersebut.

Aktivitas para pelajar ini, menurut Sunu, tidak kalah dari mahasiswa di Indonesia. Mereka menggalang solidaritas dari kalangan penduduk dan pelajar Muslim untuk menyelenggarakan ifthor jamai (buka puasa bersama) setiap hari dan shalat Tarawih. ”Hal ini tentu bukan perkara mudah, mengingat jumlah  Muslimin yang tidak terlalu banyak dan didominasi oleh para pelajar,” kata Sunu.

Masyarakat Indonesia di sana memiliki banyak kegiatan pada bulan Ramadhan ini. Untuk anak-anak, ada acara pesantren kilat yang diselenggarakan oleh Sekolah Indonesia Bangkok dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok. Buka bersama dan tarawih berjamaah juga digelar secara rutin oleh Majelis Taklim KBRI. Di akhir Ramadhan, iktikaf dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah juga diadakan, seperti tahun sebelumnya.

Bagi Widyasari Her Nugrahandika, mahasiswa Asian Institute of Technology (AIT) yang bermukim di Pathumthani, cuaca merupakan tantangan terbesar dalam berpuasa di Thailand. ”Cuaca sering berubah-ubah drastis. Pagi sampai sore cuaca bisa sangat panas, namun tiba-tiba malam hari bisa hujan deras dan dingin,” kata alumnus Hubungan Internasional (HI) UGM ini.

Mengenai makanan halal, Widya mengaku bisa mendapatkannya dengan mudah di Thaladtai, sejenis pasar induk. ”Di situ terdapat semacam pusat kulakan dari sayur, buah, dan alat-alat rumah tangga,” paparnya. Di Thaladtai, kata Widya, orang Indonesia juga bisa mendapatkan semua makanan halal yang diinginkan.

by sunu wibirama at November 15, 2009 02:53 AM

November 09, 2009

Sunu Wibirama

Bahasa dan Persahabatan

“Wah, susah Pak. Saya sudah mencoba belajar, tapi susah sekali bahasanya. Nggak ada gunanya belajar bahasa ini”

Itulah jawaban yang mengemuka dari seorang senior saat saya tanya bagaimana proses beliau mempelajari bahasa Thai. Ada “traumatic experience” saat beliau mengungkapkannya kepada saya. Saat itu, setahun yang lalu, saya hanya bisa diam. Tak bisa berkomentar banyak, karena saya pun belum merasakan manfaat belajar bahasa Thai secara langsung.

Sadar atau tidak, kita sering merasa malu saat kita salah berbicara menggunakan bahasa asing. Ekspresi lawan bicara kita, yang mengerenyitkan dahi atau tersentak kaget saat mendengar kita berbicara dalam bahasa mereka, membuat kita merasa takut untuk mencobanya kembali. Efek ini sering terjadi pada anak-anak saat ia mengalami sesuatu yang amat buruk. Bisa jadi, ia akan terus mengingat hal buruk yang menimpanya sampai saat ia menginjak dewasa. Namun kita bukan lagi anak-anak, atau setidaknya kita sedang tidak bertumbuh menjadi anak-anak. Ada kekuatan dalam hati kita untuk meyakinkan diri kita bahwa “salah itu lumrah, berkali-kali salah itu payah”. Maka sejak senior saya berbicara “belajar bahasa itu susah”, saya tak pernah yakin dengan kata-katanya. Saya hanya berpegang pada prinsip di atas, bahwa salah ucap menjadi suatu hal yang normal karena kita bukanlah penutur asli dari bahasa asing yang kita pelajari.

Efek samping dari traumatic experience itu mungkin tidak kita rasakan sebagai suatu hal yang besar. Tapi bagi saya, seorang pelajar atau bahkan seorang profesor sekalipun, saat ia tak bisa berkomunitas dan berkomunikasi dengan baik bersama timnya, he is just a can — hanya akan nyaring kalo “dipukul kalengnya”, alias menjadi sangat pasif dan egois. Ia tak akan pernah mendapatkan bagaimana manisnya persahabatan dan pahitnya pengalaman hidup, saat ia tak lagi mau sedikit memahami bagaimana ia berkomunikasi dengan orang asing. Bahasa adalah salah satu sarananya. Mempelajari local language membawa manfaat yang tak sedikit. Setidaknya, Sampeyan tidak tertipu dengan sopir taksi yang membawa Sampeyan muter-muter dan menghabiskan uang Sampeyan hanya karena Sampeyan tidak tahu sama sekali bagaimana ngomong dengan sopir taksi.

Hari ini, saya membuktikan dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana usaha anak-anak Thailand untuk berbicara dengan bahasa Indonesia dalam Lomba Pidato Bahasa Indonesia. Meskipun bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu saya, tapi saya cukup mengerti bagaimana menggunakannya dengan baik. Saat melihat anak-anak Thai terbata-bata mengucapkan bahasa Indonesia, di dalam hati saya kadang timbul rasa sedih, tapi kadang juga muncul sebuah kebanggaan. Sedih muncul karena ternyata bahasa Indonesia (yang bukan bahasa tone) cukup sulit dipelajari oleh orang asing karena kata-kata yang cukup panjang (satu kata terdiri dari beberapa suku kata). Rasa bangga muncul karena seandainya kita diberi “treatment” yang benar untuk belajar bahasa Thai, mungkin hasilnya lebih baik dibanding pelajar Thai yang belajar bahasa Indonesia. Terlepas dari itu semua, saya merasakan ada satu manfaat yang mereka peroleh dengan belajar bahasa Indonesia. Mereka lebih mudah untuk “bersahabat” dengan komunitas Indonesia dan tak lagi canggung bertegur sapa dengan orang-orang Indonesia. Bahkan beberapa peserta sudah kami kenal sebelumnya karena mereka pernah terlibat dan membantu kegiatan mahasiswa Indonesia di Thailand. Selain itu, mereka juga mengenal sisi positif dan negatif kehidupan masyarakat Indonesia. Dua hal itu mereka sampaikan di naskah pidato mereka dan sesekali mendapat sambutan hangat atau tepuk tangan dari para hadirin dan dewan juri. Selebihnya, keinginan mereka untuk berinteraksi dengan masyarakat Indonesia di tanah air menjadi keinginan mereka yang terpendam.

Nah, MasDab. Menurut Sampeyan, apa manfaat bahasa asing? Apakah ia hanya sebagai “technical language” dan prasyarat lulus untuk mendapatkan gelar? Kalau memang iya, sayang sekali. Lewatkan ribuan pengalaman hidup, Sampeyan akan menyesal kemudian.

by sunu wibirama at November 09, 2009 04:17 PM

November 06, 2009

Sunu Wibirama

Dzaghridi Ya Samaa’


Another old poem for my lovely Al Aqsho

Dzaghridi Ya Samaa’
rearranged by : Izzatul Islam
Album : Pewaris Negeri
Listen this song here

زغردي يا سماء ….. و اصدحي بالنشيد

Dzaghridi Ya Samaa’ ………Wasdakhi bil nasyid
Wahai langit, bersenandunglah… Laungkanlah nasyidmu

حان وقت الوفاء ….. للعلا والخـلود

Haa na waqtul wafaa’…lil ulaa’ wal khulud
Telah tiba saat menepati janji…….. Demi kemuliaan dan keabadian.
عصبة من شباب ….. اقبلوا من بعيـد

Usbatu min syabaab…….aqbaluu min baiid
Pasukan penuh keharuman …….. datang dari jauh

يعرضون الوفاء ….. للإله المجيـــد

Ya’ riduunal wafaa’ ….li ilaahil majiid
Menunjukkan kesetiaan……. Di hadapan Allah yang Agung

يبذلون الدماء ….. في وفاء فريـــد

Yabduluunal dimaa’…..fii wafaa’in fariid
Mereka korbankan darah…….. Dalam kesetiaan yang unik

كي تضئ الشموع ….. للطريق الجديد

Kaitudhi assyumuu….lit thoriqil jadid
Agar lilin-lilin itu …… Menerangi jalan yang baru

في دماء الوفاء ….. وبعزم أكـيــد

Fii dimaa’il wafaa’….wa bi azmin akiid
Dengan darah kesetiaan……..Dengan tekad membaja

لن يكون السجود ….. لإله جديــد

Lan yakunassujuud….li ilahin jadiid
Tak kan pernah ada sujud ………Kepada tuhan yang baru.

وغداً لن يكون ….. غير مجد تليــد

Wa ghadan lan yakuun ….ghairu majdin taliid
Esok tidak ada apapun………Kecuali keagungan yang kembali seperti dulu

فافرحي يا سماء ….. واصدحي بالنشيد

Fafrahii yaa samaa…..wasdahi bil nasyid
Maka bersenandunglah wahai langit…………Dan laungkanlah nasyidmu.

by sunu wibirama at November 06, 2009 03:41 PM

November 04, 2009

Sunu Wibirama

Rekaman KPK : Kasus Korupsi Departemen Kehutanan

Silahkan download file-file AUDIO (MP3) percakapan antara Anggodo Widjaja, Yulianan dan beberapa pejabat penting di Kepolisian Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung di sini :

http://rapidshare.com/files/302366767/Rekaman_KPK_Polri.rar

NB : Kasus ini masih berjalan. Kami akan meng-upload file-file lain, terkait dengn kasus KPK dan Polri. Rekaman di atas terdiri dari 10 file terpisah yang sudah diurutkan berdasarkan pemutaran rekaman penyadapan oleh Mahkamah Konstitusi.

by sunu wibirama at November 04, 2009 05:21 PM

October 29, 2009

Sunu Wibirama

Guide To New Immigration Office District I / Bangkok Office

Location : Chaeng Wattana Road, Soi 7, Pathumtani Thailand
(Click the Map to see in detail)

1. Go to Victory Monument and take bus number 29. There are three kinds of bus here, normally the red colour, blue-white colour, and yellow (express) colour. If you are hurry, take the express one, 20 bath fee for each passenger. Make sure that you ask the direction to the driver (if you’re not sure, let the driver read the Thai Name) :

IT SQUARE Lak Si (ไอทีสแควร์หล้กสี่)

2.  Keep watching the left side. You should go down at small bus stop at the front of IT Square Lak Si.

3.  Cross the Chaeng Wattana Road and walk at the left side. If you want to take a local bus, you can take number 150 or 356. Watchout, the first bus stop a little bit far from the Lak Si intersection!

4.  Keep walking, until you pass CAT office. The Immigration Bueraue is nearly closed to you.

5.  If you see this building, you have already ended up at your destination

6.  Find a shuttle bus. There are at least two shuttle buses at the front gate of Thai’s Government Building. The bus will take you to the main immigration building.

7.  You should stop here. This is one of several Thai’s Government magnificent buildings there. The immigration office is located at the 2nd floor.

8.  The office provides prayer rooms for Moslem and also Halal Food in the west Food Corner. You should ask the information desk about this. Not all prayer rooms are open at the same time. You can find Food Center at the 1st floor. Just walk to the west, approximately 90 degree from immigration office and enter the Food Center. The food shop name is YUSUF (ยุซุฟ) .  Find a “basmalah” sign here.  Unfortunately, all menus are in Thai. But of course they can speak English, nit noy!

Try to save this page ? Why don’t you download this guide here ?
Doesn’t works ? It’s not your bad, try this one.

by sunu wibirama at October 29, 2009 02:53 PM

October 28, 2009

Saga Iqranegara

Sumpah Pemuda

Kami putra-putri Indonesia bertanah air satu, tanah air Indonesia.
Kami putra-putri Indonesia berbangsa satu, bangsa Indonesia.
Kami putra-putri Indonesia berbahasa satu, bahasa Indonesia.

by iqranegara at October 28, 2009 02:18 AM