Planet Padmanaba

May 12, 2012

Sunu Wibirama

Tips Membaca Buku Gratis di Springer

MasDab, bagi Sampeyan yang sering berkutat dengan buku, paper jurnal atau konferensi, pasti sampeyan mengenal dengan baik nama “Springer”. Ya, Springer adalah salah satu penerbit terkemuka yang menaungi banyak jurnal dan buku-buku  yang ditulis oleh peneliti di berbagai belahan dunia. Springer senantiasa menerbitkan buku-buku acuan, yang sebagian besar berbasis pada hasil penelitian. Bagi kita yang tidak “terbiasa” membeli buku, baik online maupun hardcopy, karena faktor biaya, membaca buku gratis adalah salah satu mimpi besar kita untuk mengakses pengetahuan tanpa harus mengeluarkan sepeser biaya.

Nah, kali ini saya ingin berbagi sebuah tips untuk Sampeyan, terutama yang betah membaca buku di layar komputer: tips membaca buku (ebook) gratis terbitan Springer!

Bagaimana caranya ? Berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Sampeyan perlu tahu bagaimana masuk ke Springer[dot]Com melalui akses proksi universitas. Untuk hal ini, saya tidak perlu berpanjang lebar. Sampeyan bisa bertanya ke perpustakaan di universitas Sampeyan, atau ke pusat komputer. Kalau belum berlangganan? Ya minta ke rektor universitas Sampeyan untuk berlangganan akses ke Springer dong! :D
  2. Setelah bisa mengakses Springer dengan proxy universtas, Sampeyan akan melihat logo negara di mana universitas tersebut berada. Dalam gambar di bawah ini, saya menggunakan proxy kampus saya (Tokai University, Jepang). Di bagian kanan atas akan tertulis keterangan nama negara dari kampus Sampeyan (di browser saya tertulis “Japan”, negara tempat universitas saya saat ini berasal).

  3. Setelah itu, Sampeyan bisa mulai mencari buku-buku teks yang ingin Sampeyan baca. Tidak semua buku disediakan akses “baca online”. Pilih buku yang memiliki akses “Read Online”. Perhatikan gambar di bawah ini.

  4. Setelah itu, perhatikan di bagian sisi kanan halaman profil buku tersebut. Akan terdapat pranala “Access an Online Book Review Copy”. Untuk membaca buku gratis tersebut, Sampeyan harus berperan sebagai “reviewer” dari sebuah jurnal atau media massa, di mana nantinya Sampeyan akan menulis review tentang buku yang Sampeyan baca. Terserah apa nama media massa-nya, pokoknya Sampeyan seolah-olah jadi reviewer untuk bisa membaca buku gratis dari Springer, titik. :D.

  5. Klik link pada poin 4 di atas, kemudian isi data diri Sampeyan, email valid, alamat kampus, dan sebagainya. Isikan alamat email valid, karena Springer akan melakukan konfirmasi data yang Sampeyan kirimkan. Isi email konfirmasi dari Springer sebagaimana gambar di bawah ini.

  6. Akhirnya, Sampeyan bisa membaca satu buku penuh secara gratis-tis. Tanpa harus membayar sepeser pun (dengan catatan universitas Sampeyan berlangganan akses ke Springer).

Jika dirasa postingan saya bermanfaat untuk Sampeyan, sudilah kiranya Sampeyan menyampaikan komentar di artikel ini.
Selamat membaca MasDab. Semoga ilmunya bermanfaat :)

Oya, baca juga beberapa tulisan saya yang lain. Mungkin Sampeyan memerlukannya :

(1) Tips Mencari Paper Conference dan Journal Gratis
(2) Tips Menulis Thesis S-2 (1) dan (2)
(3) Tulisan-tulisan menarik lainnya tentang penulisan karya ilmiah dan penelitian

by sunu wibirama at May 12, 2012 02:16 PM

May 08, 2012

Sunu Wibirama

ACS Online Tutorial : Scientific Writing

ACS Publications, salah satu penerbit yang menaungi beberapa jurnal di bidang studi kimia dan biologi menyediakan tutorial online penulisan karya tulis ilmiah. Tutorial ini dibuat secara berkesinambungan, dengan menghadirkan beberapa pakar yang berpengalaman dalam penulisan karya ilmiah, beberapa diantaranya sekaligus bekerja sebagai reviewer atau editor jurnal yang dinaungi oleh ACS Publications. Untuk mengakses video-video yang sudah diunggah di internet, silahkan buka tautan di bawah: 

Tautanhttp://pubs.acs.org/page/publish-research/index.html

by sunu wibirama at May 08, 2012 11:54 PM

November 09, 2011

Sunu Wibirama

Toko Elektronik dan Hardware di Jepang – Japan Note (3)

MasDab, alhamdulillah saya masih memiliki kesempatan untuk mendokumentasikan hal-hal menarik di Jepang. Hal pertama kali yang terlintas dalam benak pikiran saya saat mendapatkan tema penelitian “berbau hardware dan elektronik” adalah, “Bagaimana saya mendapatkan barang-barang ini di Jepang? Saya tidak bisa membaca kanji, dan mayoritas informasi ditulis dengan kanji?” Alhamdulillah, seiring dengan waktu, saya mendapatkan berbagai macam informasi dari teman dan sahabat, baik dengan bertanya maupun dengan diskusi. Pada tulisan kali ini, saya akan mendokumentasikan beberapa tempat penjualan barang dan pernak-pernik elektronik, household, untuk keperluan sehari-hari ataupun penelitian. Tulisan ini akan saya update apabila nantinya saya menemukan informasi baru.

1. Akizuki Denshi (秋月電子)

Website : http://akizukidenshi.com/catalog/default.aspx

Untuk pelajar dan mahasiswa informatika atau teknik elektro, toko yang berlokasi di Akihabara ini menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan peralatan elektronik, khususnya komponen elektronik (IC, LED, resistor, kapasitor, amperemeter, dan sebagainya), dengan harga yang cukup terjangkau (apabila dibandingkan dengan membeli eceran di seputaran Akihabara). Lokasi toko ini (tanda panah merah) ada di sebelah utara service center Panasonic, tepatnya dua blok setelah Ishimaru Store. Jika Sampeyan turun dari JR Shinjuku Station, cari toko Aoki, kemudian jalan terus sampai dengan Ishimaru Store, kemudian belok kanan. Untuk lebih lengkapnya, lokasi Akizuki Denshi ada di:

〒 101-0021 1-8-3 Soto-Kanda, Chiyoda-ku, Tokyo Building 1F Nomizu

2. Yodobashi Kamera (ヨドバシカメラ)

Website: http://www.yodobashi.com/

Toko ini menjual alat-alat elektronik siap pakai, seperti laptop, PC, aksesoris komputer, peralatan elektronik rumah tangga, audio video, kamera (dari mulai pocket camera sampai dengan DSLR) dan buku. Di Akihabara, Yodobashi memiliki gedung yang sangat besar dan mudah dilihat dari stasiun. Selain di Akihabara, Yodobashi juga memiliki cabang di tempat lain, seperti di Chiba (di area Chiba Station) dan Shinjuku (arah pintu selatan stasiun Shinjuku).

3. Tokyu Hands

Website: http://www.tokyu-hands.co.jp/en/index.html

Toko ini menjual pernak-pernik yang berkaitan erat dengan hobi dan berbagai macam peralatan rumah tangga. Selain itu, alat-alat “pertukangan” juga dijual di toko ini. Tokyu Hands, yang bersemboyan “Creative Life Store”, memiliki banyak cabang di Jepang. Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada website di atas.

4. Vivahome (ビバホーム)

Website: http://www.vivahome.co.jp/

Toko keempat yang saya rekomendasikan adalah Vivahome. Toko ini menjual semua alat-alat kebutuhan rumah tangga dan pertukangan “kelas berat”, mulai dari obeng, tang, sampai dengan batu bata semua dijual di toko ini. Sebenarnya toko ini memiliki cukup banyak cabang, namun saya sendiri baru mencoba berkunjung ke Vivahome Chiba. Kesan pertama kali saya terhadap toko ini adalah, “Impresif! Hampir semua kebutuhan pertukangan dan rumah tangga ada di sini”. Untuk informasi lebih lanjut, lihat peta di bawah :

by sunu wibirama at November 09, 2011 10:02 AM

October 26, 2011

Sunu Wibirama

Cerpen # 1 – 私の町

MasDab, selama saya di Jepang, sensei meminta saya untuk bergabung di kelas bahasa Jepang tanpa harus membayar. Di kelas itu, selama 5 jam setiap harinya, bermacam-macam pelajaran dan latihan diberikan untuk membantu pelajar asing beradaptasi dengan Jepang dan masyarakatnya. Salah satu latihan yang sulit namun menantang adalah mengarang cerita pendek dalam waktu 15 menit. Mengarang membutuhkan kreativitas dan keberanian untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran kita. Di blog ini, saya akan memuat beberapa latihan mengarang yang sudah saya submit di kelas Nihongo. Edisi revisi, setelah “diobrak-abrik” dan dikoreksi oleh sensei, dan ditambah dengan fakta dan “bumbu” lain supaya lebih menarik untuk dibaca. Selamat menikmati dan semoga berkenan di hati. Mohon masukannya juga, bagi para senpai yang sudah kenyang asam garam bahasa Jepang. Onegaishimasu…. :)

私の町

ジョグジャカルタの「SEKATEN」

私はスヌウィビラマです。インドネシアから来ました。今、東海大学で勉強しています。日本に二週間ぐらいですが、日本語を少し話すことがでこます。日本語はとても面白ろくて、ちょっとむずかしいです。私の国はとてもきれいです。私の町はジョグジャカルタです。この町はあまり大きくない町です。この町はもう255周年ですが、ちょっとふろいです。この町に自転車とオートベイクがたくさんあります。私は毎日じむしょにオートベクで行きました。私のじむしょはガジャマーダー大学です。

私の町にはたくさんぎょうじがあります。ー番有名なは『SEKATEN」です。このぎょうじは毎年ー回があります「SEKATEN」は「MAWLID」のまつり。ジャワの人はだいたいジョグジャカルタへ「SEKATEN」を見にいきます。人がとてもにぎやかで、たのしくて、ちょっとうるさいです。

私の町は海にも山にも近いです。くうきも水も大へんきれいです。とても好きです!

Catatan: yang di-bold merah adalah koreksi dari para senpai :D

by sunu wibirama at October 26, 2011 07:13 AM

October 19, 2011

Sunu Wibirama

Bagaimana Memulai Belajar Bahasa Jepang – Japan Note (2)

Alhamdulillah, MasDab. Sudah tiga minggu saya berada di Jepang dan baru dua minggu bergabung dengan kelas bahasa Jepang di Nihongo Gakkou-nya Tokai University. Sensei, dengan kebaikan hati beliau, men-”sit in“-kan saya dan dua student PhD dari Thailand di kelas pemula sekaligus kelas kanji. Program “kejutan” sensei ini Alhamdulillah cukup membantu saya melakukan review dari beberapa pelajaran grammar dasar yang dulu pernah saya dapatkan di Indonesia. Manfaat lain yang saya dapatkan adalah, kemampuan menulis kanji dan listening bertambah karena fasilitas kelas yang cukup mengagumkan (lab bahasa Tokai University adalah salah satu yang terbaik di seluruh Jepang).Pada artikel ini, saya ingin bercerita sedikit tentang bagaimana awal mula perjalanan saya belajar Bahasa Jepang. Harapannya, semoga Sampeyan bisa mengambil manfaatnya, dan belajar bahasa dengan cara yang lebih tertata (*tidak seperti saya yang ‘nabrak’ kesana-kemari).

Tahun 2007 akhir, sesaat sebelum saya lulus S1, saya mencoba peruntungan untuk studi lanjut dengan mendaftar berbagai beasiswa. Dari sekian puluh email yang saya kirimkan ke berbagai professor di seluruh dunia, hanya ada tiga email yang dibalas dengan meyakinkan, dan semua email tersebut datang dari professor Jepang. Satu email menolak saya (karena saya tidak bisa berbahasa Jepang), satu email lagi menjawab dengan menyertakan soal-soal ujian masuk yang harus saya jawab dalam tiga hari (!!), dan satu email lagi menerima tanpa syarat. Dari sana, saya mencoba untuk menindaklanjuti email ketiga, dan mulai saat itu juga, saya bertekad untuk serius belajar bahasa Jepang. Namun takdir berkehendak lain. Setelah beberapa bulan belajar bahasa Jepang, ternyata negara yang menjadi tempat singgah saya bukanlah Jepang (*sampeyan bisa menengok posting lama saya untuk mencari tahu bagaimana perjalanan hidup saya di negara Gajah Putih :) ).

1. Tentukan Target Belajar

Bagaimana memulai belajar Bahasa Jepang? Ini sebuah pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab. Tapi sejauh pengalaman yang saya rasakan, di awal belajar kita harus menentukan terlebih dahulu, apa yang ingin kita capai dari proses belajar tersebut. Apakah kita ingin belajar BERBICARA saja ? Atau ingin belajar BERBICARA dan MEMBACA ? Atau ingin belajar BERBICARA, MEMBACA, dan MENULIS ? Target ini penting karena akan menentukan bagaimana kita belajar bahasa Jepang. Bagi saya (tahun 2007), BERBICARA adalah target pertama, dan karena itulah saya tidak terlalu memperhatikan bagaimana “tulisan jepang” digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun saat ini, ternyata BERBICARA dan MEMBACA (setidaknya membaca papan petunjuk jalan dan pengumuman), lebih penting :)

2. Memilih Cara Belajar Mandiri

Cara belajar terbaik adalah dengan meniru secara langsung bagaimana native speaker berbicara. Ini bukan hal yang mudah, tapi juga bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Saat pertama kali berada di Thailand, saya sempat stress hampir 2 minggu lebih karena saya tidak mampu berbicara dalam bahasa Thai SAMA SEKALI. Untungnya, saya memiliki beberapa teman lab yang sangat baik hati. Dengan kesabaran mereka, saya menambah lima kosakata setiap hari dan mencoba mengingat tone / cara mengucapkan kata-kata tersebut (bahasa Thai adalah tonal language, bahasa yang menggunakan nada. Salah pengucapan, akan menimbulkan arti yang berbeda).

Dari “latihan harian” di lab itulah, saya mencoba menggunakan berbagai kata yang saya dapatkan untuk terjun langsung ke pasar. Dalam waktu seminggu, setidaknya saya satu kali pergi ke pasar tradisional. Di pasar inilah, saya mendapatkan banyak kosakata (dan celakanya….tidak ada filter untuk kosakata “sopan” dan kosakata “harian”). Dalam waktu dua tahun, Alhamdulillah saya bisa memahami konteks kalimat sehari-hari dalam bahasa Thai, namun masih sedikit kesulitan untuk berbicara dengan aksen yang sama dengan orang Thai (sekali lagi, karena bahasa Thai cukup sulit untuk diucapkan dengan lidah dan otak yang tidak terlatih untuk berbicara tonal language).

Untuk belajar bahasa Jepang, saya menggunakan trik yang sama. Seperti bayi, saya mencoba memahami sebuah kata baru, berikut konteksnya dalam satu atau dua kalimat. Setelah itu, saya mengulang-ulang dan mengucapkannya dengan agak keras (*di ruang yang sepi dan tidak mengganggu orang lain, tentunya). Pertanyaan berikutnya, bagaimana cara mendapatkan berbagai macam kosakata bahasa Jepang dan kalimatnya? Saya menggunakan dua macam alat untuk belajar kosakata: JapanesePod101 dan Anki.

JapanesePod101 adalah sebuah situs belajar bahasa Jepang. Dalam situs tersebut, tersedia berbagai macam fitus dan fasilitas, mulai dari menghafal huruf jepang (hiragana, katakana, dan kanji), sampai dengan menyimak cerita. Hal pertama yang ditekankan oleh situs ini adalah: belajar dengan cara yang menyenangkan. Beberapa pelajaran bisa diakses secara gratis dan kita bisa mendengarkan percakapan dalam bahasa Jepang di situs tersebut. Saya mencoba memulai sedikit demi sedikit mendengarkan percakapan di sana dan menghafal kosakata yang digunakan dalam percakapan tersebut.

Anki adalah sebuah perangkat lunak flash card gratisan yang bisa diunduh dari internet. Selain menyediakan fasilitas flash card, Anki memiliki komunitas yang memudahkan para penggunanya untuk mengunduh “deck” (kumpulan dari flash card) sesuai dengan apa yang ingin ia pelajari. Perhatikan gambar di bawah ini. Sampeyan bisa mengunduh puluhan deck yang berguna untuk belajar bahasa Jepang. Saya sendiri saat ini masih menggunakan dua deck : “SmartFm Core 2000″ (untuk menghafal kosakata sekaligus latihan listening), dan “All Kanji for JLPT Level 4″ (untuk menghafal kanji dasar).

3. Memilih kamus

Belajar bahasa selalu berkolerasi erat dengan yang namanya kamus. Untuk kamus di laptop, saya menggunakan Tagaini Jisho dan RikaiChan (plugin firefox). Dua buah kamus ini cukup membantu saya untuk mengerti arti sebuah kata, sekaligus melihat bagaimana penggunaan kanji untuk kata-kata tersebut. Salah satu “kesulitan” (kadang-kadang kemudahan juga) dalam bahasa Jepang adalah, kita harus tahu kanji untuk beberapa kata yang ditulis dalam alphabet yang sama (istilah bahasa-nya adalah: homonim). Contoh sederhana adalah kata: HANA, yang ditulis dalam hiragana はな, dan memiliki arti hidung (鼻) dan bunga (花). Selain kamus tersebut, Google Translate dan Denshi Jisho juga sangat membantu mendampingi saya selama ini bertualang dalam belantara per-bahasa jepang-an. Untuk aplikasi mobile, saya menggunakan Kotoba! sebagai pendamping saya.

Nah, untuk sementara….itu dulu sebagai pendahuluan. Berikutnya, saya akan menulis lebih banyak tentang referensi buku dan referensi online lain yang ada dalam daftar bookmark browser saya.

じゃ、またね。。。


by sunu wibirama at October 19, 2011 10:10 PM

August 29, 2011

Bramantyo Erlangga

Selamat Idul Fitri 1432 H [Happy eid Mubarak 1432 H]

Sesuai dengan joedoelnya, saia hanya ingin mengucapkan :

Kapanpun lebarannya, ucapannya tetap minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin.

As written in the title, I just want to say :

Kindly forgive me for any mistakes that I commit, accidentally or not.

by nobody at August 29, 2011 04:45 PM

July 21, 2011

Sunu Wibirama

Menuju Tokai University dari Narita Airport – Japan Note (1)

MasDab, Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, saya diperkenankan untuk mengunjungi Tokai University (東海大学), universitas di mana saya kelak akan menimba ilmu. Universitas ini memiliki beberapa kampus yang terletak di bilangan Tokyo, sampai dengan Hokkaido. Kali ini saya akan menuju kampus utama – Shonan Campus, yang terletak di kota Hiratsuka, prefecture Kanagawa. Untuk memudahkan rekan-rekan yang kelak menimba ilmu di kampus yang sama, kami akan menjelaskan cara menuju Tokai University dari Narita Airport. Catatan ini sekaligus merupakan catatan perjalanan saya yang pertama di Jepang. Apakah Sampeyan sudah siyap menyimak? Berikut ini uraiannya:

1. Jika Sampeyan sudah memiliki kontak di Tokai University, entah itu professor atau teman Anda, maka hal tersebut akan memudahkan. Namun jika belum, Sampeyan bisa membaca terlebih dahulu file-file PDF di bawah ini:

a. Download file : Access to Tokai University dan How to get to the International Residence. Di file ini terdapat berbagai alternatif pilihan jalur menuju Tokai University, baik yang menggunakan bus maupun yang menggunakan kereta.

b. Jika Sampeyan belum memiliki akomodasi, maka ada baiknya Sampeyan mencoba menginap di international residence. Tentu untuk memudahkan, Sampeyan bisa meminta tolong kenalan Sampeyan untuk melakukan pemesanan ruangan di sini. Alangkah baiknya kalau disertai dengan surat rekomendasi / surat keterangan dari universitas. Untuk informasi lengkap, Sampeyan bisa men-download file: Information_Tokai_Int_Residence

2. OK. Saya berasumsi Sampeyan sudah membaca semua file di atas sebelum melanjutkan ke petunjuk kedua. Petunjuk kedua ini akan sangat bermanfaat jika Sampeyan ingin menghemat ongkos perjalanan. Bagaimana caranya? Buka situs perjalanan http://www.hyperdia.com/, kemudian masukkan kata kunci “Narita Airport Terminal 2″ pada kolom “From”, dan “TokaiDaigakuMae” pada kolom 2, sebagaimana gambar di bawah ini:

3. Jika sudah, tekan “Search” dan amati rute perjalanan yang muncul. Saya memilih menggunakan rute dengan biaya terpendek (kurang lebih 1.800 Yen). Maklum, perjalanan kali ini tidak sepenuhnya ditanggung oleh lembaga sponsor beasiswa, jadi saya harus melakukan penghematan supaya bisa kembali dengan selamat ke Indonesia :) .

Sore kara, coba amati route no. 7 di bawah ini

4. Sampeyan mesti melakukan “transfer” sebanyak tiga kali, karena dari Narita International Aiport ke Nippori, Sampeyan musti turun di stasiun AOTO (青砥駅 – Aoto Eki), kemudian berpindah kereta menuju Stasiun Nippori (日暮里駅 – Nippori Station). Untuk menuju Nippori, Sampeyan bisa membeli tiket kereta perusahaan Keisei Main Line seharga 1000 Yen. Tiket berbentuk persegi panjang kecil, dengan panjang kira-kira 10 cm x 6 cm. Masukkan tiket ke entrance gate (kemudian ambil lagi) sebelum masuk ke platform kereta, dan jika Sampeyan selesai di stasiun tujuan, masukkan kembali tiket ke exit gate. Exit gate akan “menelan” tiket Sampeyan, sehingga Sampeyan tidak perlu repot-repot mencari tempat sampah untuk membuang tiket kereta.

Gambar di bawah ini saya ambil dari Platform 3, stasiun Narita. Kereta Keisei akan tiba pukul 8.14, jadi sebaiknya Sampeyan sudah stand by di sini sebelum kereta tiba. Di sana tertulis beberapa tujuan kereta, seperti Furubashi, Nippori, Ueno, dan sebagainya.

5.  Setelah Anda sampai di stasiun Nippori, Sampeyan musti membeli tiket kereta perusahaan Japan Railway (JR) untuk Yamanote Line. Yamanote Line menghubungkan stasiun-stasiun besar di jantung kota Tokyo. Coba amati gambar Yamanote Line di bawah ini

6. Jika Sampeyan memiliki Suica Card, semacam kartu prabayar untuk tiket kereta, Sampeyan akan lebih “tenang” karena tidak perlu lagi bingung membaca-baca rute dan membeli tiket dengan harga tertentu menuju tempat yang Sampeyan inginkan. Suica Card bisa Sampeyan gesekkan di exit gate saat Sampeyan keluar di stasiun tujuan dan dengan sendirinya akan mengurangi nilai deposit kartu Sampeyan. Untuk membeli deposit, Sampeyan bisa mendatangi mesin tiket, kemudian memasukkan Suica Card dan memilih nilai deposit. Saya memilih 3000 Yen, kemudian memasukkan uang 5000 Yen dan secara otomatis mesin akan mengeluarkan uang kertas kembalian sebesar 2000 Yen. Coba amati gambar di bawah ini. Suica card berwarna hijau perak bergambar penguin. Peralatan lain yang saya bawa adalah Notes kecil dan ballpoint (untuk mencatat, melakukan komunikasi dengan orang Jepang, etc.), passport, kompas dan sajadah mini, serta buku Japanese Phrasebook untuk survival. Cukup membantu saya untuk tidak tersesat saat pertama kali tiba di Jepang.

7. Dari Shinjuku Station, Anda menuju TokaiDaigakuMae Station, bisa menggunakan kereta Rapid Express maupun Express Train. Cari kereta menuju Odawara. Ada baiknya Sampeyan membuka halaman di bawah ini dan mencetak petanya dengan tinta printer berwarna. Akan sangat bermanfaat untuk memahami pengumuman di dalam kereta jika kereta akan berhenti di sebuah stasiun.

http://www.odakyu.jp/english/route/railmap/index.html

8. Setelah tiba di stasiun TokaiDaigakuMae, Sampeyan bisa berjalan kaki ke international residence atau menggunakan taksi jika membawa bawaan yang cukup banyak. Jika Sampeyan memilih menggunakan taksi karena membawa koper yang cukup besar, gunakan elevator ke lantai bawah. Di lantai bawah, keluar dan lihat sekeliling Sampeyan. Cukup banyak taksi berjajar rapi. Pilih satu dengan tanda kosong (空車) menyala merah. Datangi Pak / Bu Sopir, kemudian tunjukkan alamat penginapan Sampeyan sambil bilang:

この住所までお願いします

Kono juusho made onegai shimasu

Nah, MasDab. Demikian catatan perjalanan saya. Tak lain dan tak bukan, supaya perjalanan saya bermanfaat bagi rekan-rekan yang mengalami hal yang sama. Semoga Sampeyan tidak tersesat. Berbahagialah, orang jepang cukup ramah dan membantu. Jika Sampeyan merasa kesulitan, bertanyalah. “Malu bertanya sesat di jalan” masih berlaku di Jepang. Namun mungkin tidak di negeri kita sendiri. Wallahu a’lam……

{To be continued}

by sunu wibirama at July 21, 2011 10:02 PM

June 23, 2011

Sunu Wibirama

Daftar Jurnal Ter-index di Scopus

Sekedar share dari Bpk. Teguh Bharata Adji, Ph.D., berikut ini file Excel yang berisi daftar jurnal ter-index di Scopus, lengkap dengan ISSN dan Impact Factor (2009) berdasarkan hasil penilaian Thomson Reuters.

File bisa diunduh di sini (2,1  MB)

by sunu wibirama at June 23, 2011 01:54 AM

June 04, 2011

Sunu Wibirama

Adhi Susanto – Main Gamelan Sendiri dengan Gameltron

MasDab, profil Inspirational People kali ini akan membahas salah satu guru dan senior saya di Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Beliau adalah Profesor Adhi Susanto. Beliau adalah pendiri, dosen, sekaligus peneliti di Laboratorium Sistem Elektronis. Puluhan mahasiswa doktoral dan master sudah beliau hasilkan selama lebih dari 30 tahun pengabdian beliau di Universitas Gadjah Mada. Beliau adalah penemu Gameltron (Gamelan Elektronik) dan hingga saat ini penemuan beliau masih terus dirujuk oleh peneliti di seluruh dunia yang tertarik dengan dunia Gamelan dan dunia Teknik Elektro. Artikel harian Kompas tanggal 12 Juli 1977 ini saya pilihkan sebagai catatan kecil, bukti nyata sumbangsih beliau untuk dunia seni dan pendidikan.

MAIN GAMELAN SENDIRI DENGAN GAMELTRON

Harian Kompas 12 Juli 1977
Oleh: Jimmy S. Harianto

Memasuki Paviliun Repelita Departemen Penerangan di Pekan Raya Jakarta, pengunjung selalu menghentikan langkah, lalu mencari sumber bunyi yang rada “aneh”. Bunyi-bunyian itu meniru kendang Jawa, ada juga semacam bonang yang dibunyikan satu-satu. Tetapi meskipun sangat mirip, masih terasa bahwa bunyi-bunyian itu adalah tiruan. Bunyi gamelan di sudut ruang pameran itu keluar dari sebuah alat semacam organ atau electone. Cuma buatannya agak kasar, dan disana-sini masih masih menyembul peralatan-peralatan elektronik yang semestinya tertutup serta kabel warna-warni. Kerangka luar dari instrumen yang disebut “gameltron” oleh pembuatnya tersebut terbuat dari multi-plex.

Orang yang sama, setiap malam selama Pekan Raya itu berlangsung selalu duduk mendemonstrasikan permainan bunyi-bunyian gamelan dari bilah-bilah gameltronnya. Ternyata orang ini adalah Adhi Soesanto, pembuat instrumen tersebut. Orang inilah yang menjadi otak terbuatnya Gameltron oleh mahasiswa-mahasiswa Fakultas Tehnik yang ada di Laboratorium Elektronika Universitas Gajah Mada. Ia dosen dan sekaligus pemimpin Laboratorium mahasiswa tersebut. Ia keluaran dari Fisika FIPA Gama tahun ’64, belum sempat selesai karena terpaksa harus melanjutkan belajarnya di University of California Amerika Serikat. Adhi Soesanto mempelajari elektronika umum dari Universitas tersebut.

Tergerak

Tergerak hatinya melihat bahwa gamelan ternyata banyak dipelajari oleh orang di California. Kenapa kita sendiri tidak?

Ia kebetulan ketemu di California dengan Wasisto Suryodiningrat, sekarang dosen Matematika di FIPA Gama yang kebetulan “ahli” di bidang gamelan. Sehingga sepulangnya ke negeri asal, Adhi Soesanto ikut serta Wasisto menyelidiki Gamelan Jawa yang ada di Keraton Yogya dan Surakarta (Mangkunegaran).

Gamelan Jawa di dua keraton itu mereka catat frekwensi dari nada-nadanya. Semua instrumen diukur, kecuali instrumen-instrumen yang setiap kali dikendorkan apabila usai dimainkan. Penyelidikan bersama Wasisto ini ternyata banyak sekali gunanya bagi pembuatan alat coba-coba gameltronnya.

Semua penyelidikan pada gamelan keraton itu direkam. Dan dari rekaman itulah diteliti melalui sebuah osciloscope, tentang bentuknya. Dari bentuknya di osciloscope, ia memperkirakan bagaimana rangkaian tiruannya secara elektronis. Dicoba-coba, setiap kali didengarkan dan setiap kali diubah-ubah sampai pada warna suara yang dianggap cocok.

“Bunyi gamelan tiruan itu tak lain adalah bunyi dengung dari oscilator yang diredam,” kata Adhi Soesanto. Dan ternyata apabila “dengung” yang agak panjang dari bunyi mirip instrumen bonang itu diredam lebih singkat lagi, keluarlah bunyi lain pendek-pendek mirip alat Gambang. Begitu pula caranya ketika ia mencari-cari bunyi tiruan untuk kendang.

64 Ketukan

Gameltronnya yang baru selesai sebulan lalu tersebut, menurut Adhi Soesanto baru mampu memainkan lagu-lagu slendro pelog terbatas pada “irama dua”. Jumlah skakelar untuk Irama Dua ini ada 64 pukulan. Karena ada 4 jenis pukulan, yaitu kendang yang berbunyi tinggi dan juga berbunyi rendah, maka jumlah skakelar untuk seksi irama ini ada 64 x 4 buah! Sementara ini tangan kiri masih harus sibuk mengatur tombol ini-itu karena belum ditemukan jalan mudahnya. Ada kemungkinan menurut sang pembuat, variasi-variasi yang selama ini dimainkan tangan kiri, akan dipindahkan ke kaki. Untuk keperluan variasi ini pula, Adhi Soesanto masih memerlukan konsultasi pada orang-orang yang lebih ahli di bidang gamelan. Ia sendiri mengaku hanya tahu mengenai seluk beluk gamelan, sedikit tentang patet, melodi, akord, dan tak bisa memainkan gamelan.

Ketika ditanya, apakah ia mengambil manfaat juga dari sekma “electone” untuk pembuatan Gameltronnya tersebut, ternyata ia sama sekali belum pernah melihatnya.

Sedangkan sehubungan dengan Gamelan Komputer yang dibuat oleh Wasisto Suryodiningrat M.Sc. dari Yogya yang bekerja sama dengan Ahli Komputer dari India Dr. Vijay K. Khandelwal dan orang Indonesia Ir. F. Soesianto B.Sc. E., Adhi Soesanto menerangkan bahwa percobaan Wasisto dkk itu merupakan pemanfaatan komputer untuk membantu menganalisa patet. Karena menurut anggapannya, sampai sekarang belum ada definisi patet yang pasti dan tegas. Sampai sekarang penuangannya masih dalam bentuk filosofis. Seperti yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara bahwa patet adalah suatu sarana untuk mendudukkan gending.

Di dalam percobaan “gamelan komputer” Wasisto dkk. antara lain mencatat sekian ratus gending ke dalam komputer. Dicatat, di mana jatuhnya gong dalam patet dan sebagainya. Apabila komputer itu sudah “faham”, lalu diuji di depan ahli-ahli karawitan/gamelan. Komputer itu disuruh bikin lagu dalam Irama Ladrang, laras slendro patet 5 misalnya. Komputer itu mengeluarkan berbagai macam gending. Ada yang enak didengar, ada yang tidak. Tetapi yang tak enak pun sebenarnya tidak menyalahi peraturan/patokan yang benar.

Sedangkan mengenai Eksperimen Gameltron, Adhi Soesanto mengatakan bahwa pejabat-pejabat Bappenas dan Departemen P&K rupanya tertarik juga dengan percobaan ini. Sehingga secara khusus telah mengadakan peninjauan ke Pekan Raya Jakarta untuk melihat Gameltron ini.

“Entah bagaimana penerimaan masyarakat nanti, terserahlah. Tetapi yang terang percobaan kami ini mengandung nilai riset, “ kata ahli elektronik tersebut.

by sunu wibirama at June 04, 2011 11:19 PM

May 31, 2011

Sunu Wibirama

Ungkapan “Yoroshiku Onegaishimasu” dalam Bahasa Jepang

松川      とよ  です
Matsukawa toyo  desu

よろしく  お願いします
Yoroshiku  onegaishimasu

MasDab, kali ini saya akan sedikit berbagi tentang ungkapan-ungkapan dasar dalam bahasa Jepang. Sebagian besar pembahasan dalam artikel ini saya ambil dari buku Mangajin’s Basic Japanese Through Comics dengan modifikasi pada contoh-contoh kalimat. Semoga bermanfaat.

Ungkapan yoroshiku onegaishimasu (bagian kedua sering dibaca onengaishimasu) sering kita jumpai jika kita belajar bahasa Jepang secara “resmi” melalui kelas bahasa Jepang, ataupun dalam berbagai adegan-adegan film Jepang yang kita tonton. Dalam buku pelajaran bahasa Jepang, yoroshiku onegaishimasu sering diterjemahkan dengan “senang bertemu/berkenalan dengan Anda” atau “mohon bantuannya”, meskipun secara literal jika kita terjemahkan kalimat yoroshiku onegaishimasu tidak mengandung kata bertemu, berkenalan, atau bantuan.

Lalu, darimana asal terjemahan itu muncul? Yup, Sampeyan pasti sudah bisa menebaknya. Terkadang bahasa lebih pas diterjemahkan dengan konteks atau kultur saat bahasa tersebut digunakan. Buku-buku pelajaran bahasa Jepang yang kita baca, sedikit banyak terpengaruh oleh buku pelajaran bahasa Jepang berbahasa Inggris yang seringkali menerjemahkan yoroshiku onegaishimasu dengan nice to meet you atau pleased to meet you.

Untuk memahami lebih jauh makna sebenarnya dari ungkapan yoroshiku onegaishimasu, kita akan mencoba melihat arti per kata dari ungkapan tersebut:

よろしく

Yoroshiku adalah kata keterangan, berasal dari kata sifat yoroshii yang dalam kamus saku Jepang-Indonesia/Indonesia-Jepang karangan Mbak Andini Rizky (hal. 336) diterjemahkan secara literal dengan “baik”. Yoroshiku secara literal bisa diterjemahkan dengan “dengan baik”. Penambahan “-ku” untuk mengganti “-i” pada yoroshii digunakan untuk mengubah kata sifat menjadi kata keterangan. Contoh lain:

早い (hayai) = cepat                早い電車 (hayai densha) = kereta listrik yang cepat

早く (hayaku) = dengan cepat 早く飲む (hayaku nomu) = minum dengan cepat

(お)願い

(o)-negai adalah bentuk kata benda dari kata negau / negaimasu (memohon), sehingga secara literal onegai bisa berarti “sebuah permohonan”. Awalan “o-“ digunakan untuk memperhalus, sebagaimana digunakan dalam ogenki desu ka, osake, ocha, dan sebagainya. Contoh penggunaan lain:

心からの願い (kokoro kara no negai) = permintaan dari dalam hati

します

shimasu adalah bentuk sopan dari kata suru, juga digunakan untuk membentuk kata kerja dari kata benda. Contoh penggunaan lain:

勉強 (benkyou) = belajar 勉強します (benkyoushimasu) = melakukan belajar

電話 (denwa) = telepon 電話します (denwashimasu) = menelepon

お願いします

onegaishimasu digunakan untuk melakukan permintaan atau permohonan kepada orang lain secara sopan. Contoh penggunaan lain:

天ぷらお願いし

by sunu wibirama at May 31, 2011 11:26 AM

May 17, 2011

Sunu Wibirama

[Nihongo]: Macam-Macam Kata Ganti Orang

Jepang, sebagaimana negara kerajaan lainnya, menggunakan politeness level (tingkat kesopanan) dalam bahasanya. Persis seperti bahasa Jawa, beberapa kata dalam bahasa Jepang menggunakan tingkat kesopanan tertentu untuk suasana pembicaraan yang berbeda. Salah satu yang paling menonjol adalah pada kata ganti orang. Di bawah ini adalah beberapa contoh kata ganti orang:

1. Kata Ganti Orang Pertama

  • Watakushi = saya (digunakan untuk suasana yang sangat formal. Beberapa rekan yang pernah mendengar kata ini mengatakan ‘watakushi’ biasa diucapkan oleh seseorang yang berusia lanjut dan dimaksudkan untuk menghormati lawan bicaranya, meskipun lawan bicaranya lebih muda. Saya sendiri sangat jarang mendengar kata ini dalam kehidupan sehari-hari bangsa Jepang).
  • Watashi = saya (kata inilah yang menjadi standar dalam pengajaran bahasa Jepang. Anda akan menemukannya dalam buku-buku pelajaran bahasa Jepang, baik terbitan luar maupun dalam negeri. Gunakan ‘watashi’ dalam berbagai suasana jika Anda orang asing, supaya lebih ‘aman’ dari kesalahpahaman).
  • Boku = aku (digunakan oleh laki-laki, saat ia bicara dengan lawan bicara yang akrab. Anda yang gemar nonton drama Jepang pasti tidak asing dengan kata ini).
  • Atashi = aku (digunakan oleh perempuan, saat ia bicara dengan lawan bicara yang akrab. Sama dengan boku, sering muncul dalam kehidupan sehari-hari).
  • Ore = gue (agak kasar dan terkesan sombong, biasa dipakai oleh laki-laki).
  • Bentuk yang lain, ada washi (dipakai oleh kaum lelaki / orang tua) atau temae (dalam bahasa perdagangan).

2. Kata Ganti Orang Kedua

  • Anata = anda (arti standar dalam buku pelajaran bahasa Jepang. Gunakan ‘anata’ untuk segala suasana, supaya lebih ‘aman’).
  • Anta = kamu (variasi dari ‘anata’, untuk suasana yang lebih santai).
  • Kimi = kamu (digunakan oleh laki-laki saat berbicara dengan rekan yang akrab).
  • Omae = elu (seperti ‘ore’, terkesan sombong dan untuk suasana yang sangat tidak formal. Anda akan banyak menemukan kata ‘ore’ dan ‘omae’ jika Anda sering menonton drama Jepang dengan tema remaja).

3. Kata Ganti Orang Pertama Jamak

  • Watakushi domo = kami (sangat formal dan jarang muncul).
  • Watashitachi = kami (inilah standar yang digunakan dalam buku pelajaran bahasa Jepang).
  • Bokutachi / bokura = kami (tidak formal, digunakan oleh kaum lelaki saat bicara dengan teman akrab).
  • Orera = kami (kasar dan terkesan sombong)
  • Bentuk lain: warera atau ware-ware

4. Kata Ganti Orang Kedua Jamak

  • Anata gata = Anda semua (untuk suasana yang sangat formal).
  • Anata tachi = kalian (untuk suasana yang lebih santai atau dalam kehidupan sehari-hari)

5. Kata tanya

  • Dochira sama / donata sama  = siapa (sangat hormat, untuk suasana formal)
  • Donata  = siapa (untuk menanyakan identitas / nama orang yang umurnya lebih tua)
  • Dare = siapa (normal, sering dipakai dalam buku pelajaran bahasa Jepang.

Nah, demikianlah beberapa catatan bagi kita, supaya tidak salah ucap di saat yang kurang tepat. Semoga bermanfaat :)

Diambil apa adanya tanpa perubahan dari blog rekans di :
http://kyounonihongo.wordpress.com/2010/12/12/macam-macam-kata-ganti-orang/

by sunu wibirama at May 17, 2011 01:39 AM

[Nihongo]: Macam-macam Kata Ganti Orang

Jepang, sebagaimana negara kerajaan lainnya, menggunakan politeness level (tingkat kesopanan) dalam bahasanya. Persis seperti bahasa Jawa, beberapa kata dalam bahasa Jepang menggunakan tingkat kesopanan tertentu untuk suasana pembicaraan yang berbeda. Salah satu yang paling menonjol adalah pada kata ganti orang. Di bawah ini adalah beberapa contoh kata ganti orang:

1. Kata Ganti Orang Pertama

  • Watakushi = saya (digunakan untuk suasana yang sangat formal. Beberapa rekan yang pernah mendengar kata ini mengatakan ‘watakushi’ biasa diucapkan oleh seseorang yang berusia lanjut dan dimaksudkan untuk menghormati lawan bicaranya, meskipun lawan bicaranya lebih muda. Saya sendiri sangat jarang mendengar kata ini dalam kehidupan sehari-hari bangsa Jepang).
  • Watashi = saya (kata inilah yang menjadi standar dalam pengajaran bahasa Jepang. Anda akan menemukannya dalam buku-buku pelajaran bahasa Jepang, baik terbitan luar maupun dalam negeri. Gunakan ‘watashi’ dalam berbagai suasana jika Anda orang asing, supaya lebih ‘aman’ dari kesalahpahaman).
  • Boku = aku (digunakan oleh laki-laki, saat ia bicara dengan lawan bicara yang akrab. Anda yang gemar nonton drama Jepang pasti tidak asing dengan kata ini).
  • Atashi = aku (digunakan oleh perempuan, saat ia bicara dengan lawan bicara yang akrab. Sama dengan boku, sering muncul dalam kehidupan sehari-hari).
  • Ore = gue (agak kasar dan terkesan sombong, biasa dipakai oleh laki-laki).
  • Bentuk yang lain, ada washi (dipakai oleh kaum lelaki / orang tua) atau temae (dalam bahasa perdagangan).

2. Kata Ganti Orang Kedua

  • Anata = anda (arti standar dalam buku pelajaran bahasa Jepang. Gunakan ‘anata’ untuk segala suasana, supaya lebih ‘aman’).
  • Anta = kamu (variasi dari ‘anata’, untuk suasana yang lebih santai).
  • Kimi = kamu (digunakan oleh laki-laki saat berbicara dengan rekan yang akrab).
  • Omae = elu (seperti ‘ore’, terkesan sombong dan untuk suasana yang sangat tidak formal. Anda akan banyak menemukan kata ‘ore’ dan ‘omae’ jika Anda sering menonton drama Jepang dengan tema remaja).

3. Kata Ganti Orang Pertama Jamak

  • Watakushi domo = kami (sangat formal dan jarang muncul).
  • Watashitachi = kami (inilah standar yang digunakan dalam buku pelajaran bahasa Jepang).
  • Bokutachi / bokura = kami (tidak formal, digunakan oleh kaum lelaki saat bicara dengan teman akrab).
  • Orera = kami (kasar dan terkesan sombong)
  • Bentuk lain: warera atau ware-ware

4. Kata Ganti Orang Kedua Jamak

  • Anata gata = Anda semua (untuk suasana yang sangat formal).
  • Anata tachi = kalian (untuk suasana yang lebih santai atau dalam kehidupan sehari-hari)

5. Kata tanya

  • Dochira sama / donata sama  = siapa (sangat hormat, untuk suasana formal)
  • Donata  = siapa (untuk menanyakan identitas / nama orang yang umurnya lebih tua)
  • Dare = siapa (normal, sering dipakai dalam buku pelajaran bahasa Jepang.

Nah, demikianlah beberapa catatan bagi kita, supaya tidak salah ucap di saat yang kurang tepat. Semoga bermanfaat :)

Diambil apa adanya tanpa perubahan dari blog rekans di :
http://kyounonihongo.wordpress.com/2010/12/12/macam-macam-kata-ganti-orang/

by sunu wibirama at May 17, 2011 12:28 AM

May 05, 2011

Sunu Wibirama

Mengenal Plagiarism

MasDab, pada artikel kali ini, saya ingin memuat sebuah artikel penting dan video pedoman dari IEEE untuk mengenal lebih jauh plagiarisme karya tulis. Jikalau ibu guru kita dahulu mengatakan “mencontek itu tidak baik”, saya rasakan betul adanya saat ini, sebab yang dipertaruhkan adalah nama baik dan kredibilitas kita. Silahkan dilihat, MasDab. Dan jikalau Sampeyan berkenan, bisa ikut sharing di kolom komentar artikel ini.

—————————————————————————————————————-

Link Video IEEE Plagiarism Guide : http://www.youtube.com/watch?v=uBMlLs8mDr4
Artikel IEEE : Identifying Plagiarism

—————————————————————————————————————-

Possible plagiarism scenarios

Potentially complicating the effort to identify plagiarism is the fact that each of the above basic factors can be combined with other factors, creating a range of possible plagiarism scenarios. Here, then, is a full list of possible scenarios, starting with the worst case:

1. Uncredited Verbatim Copying of a Full Paper, or Uncredited Verbatim Copying of a Major Portion (more than 50%) within a Single Paper–An instance is where a large section of the original paper is copied without quotation marks, credit notice, reference, and bibliography. This case also includes instances where different portions of a paper are copied without attribution from a number of papers by other authors, and the sum of plagiarized material is more 50%, or Uncredited Verbatim Copying within More than a Single Paper by the Same Author(s)–This includes instances where more than one paper by the offending author(s) has been found to contain plagiarized content, and all the percentages of plagiarized material in each of the discovered papers sum to greater than 50%.

2. Uncredited Verbatim Copying of a Large Portion (greater than 20% and up to 50%) within a Paper.–An instance is where a section of the original paper is copied from another paper without quotation marks, credit notice, reference, and bibliography. This case also includes instances where different portions of a paper are copied without attribution from a number of papers by other authors, and the sum of copying results in a large portion of plagiarized material (up to 50%) in the paper, or Uncredited Verbatim Copying within More than One Paper by the Same Author(s)–This includes instances where the sum of plagiarized material from the different papers would constitute the equivalent of a large portion (greater than 20% and up to 50%) of the discovered paper with the fewest words.

3. Uncredited Verbatim Copying of Individual Elements (Paragraph(s), Sentence(s), Illustration(s), etc.) Resulting in a Significant Portion (up to 20%) within a Paper–An instance could be where portions of original paper are used in another paper without quotation marks, credit notice, reference, and bibliography.

4. Uncredited Improper Paraphrasing of Pages or Paragraphs. Instances of improper paraphrasing occur when only a few words and phrases have been changed or when the original sentence order has been rearranged; no credit notice or reference appears with the text.

5. Credited Verbatim Copying of a Major Portion of a Paper without Clear Delineation. Instances could include sections of an original paper copied from another paper; credit notice is used but absence of quotation marks or offset text does not clearly reference or identify the specific, copied material.

Plagiarism, in short

The extreme and more obvious cases notwithstanding, the above scenarios provide us with some basic determining factors we can use when attempting to deal with allegations of plagiarism between authors.

1. Amount or quantity does not play a part in defining plagiarism. However, the amount of material plagiarized should play an important part in determining the appropriate corrective action.

2. Credit notices or references are not sufficient to deflecting a charge of plagiarism if quotation marks or offset text have not been used to identify the specific material being copied.

3. Paraphrasing can leave an author open to a charge of plagiarism if he or she has changed only a few words or phrases or has only rearranged the original sentence order. Even a proper paraphrasing of the original text can lead to a charge of plagiarism if the original source is not properly cited.

by sunu wibirama at May 05, 2011 05:57 AM

April 02, 2011

Sunu Wibirama

Kebersihan dan Berkah Sebuah Negeri

Pemandangan Kota Calgary, Kanada

“An-Nazhaafatu minal iimaan”

Demikian bunyi kalimat hikmah yang bermakna kurang lebih “kebersihan sebagian dari iman”. MasDab, Jum’at kemarin akhirnya saya menemukan jawaban dari pertanyaan yang sudah lama bercokol di kepala saya dan tak pernah bisa saya jawab dengan lugas:

“Terkadang kita menemukan Islam justru bukan di negeri yang berpenduduk muslim. Jepang, Singapura, Kanada, adalah sebagian dari beberapa negara berpenduduk mayoritas bukan Islam, namun banyak nilai-nilai Islam justru diterapkan di sana, seperti kerapihan dan kebersihan. Negara tersebut juga menjadi negara maju, sangat bagus pelayanannya dan fasilitas umumnya terawat baik. Kenapa, ya?”

Parkir sepeda di Kota Dijon, Perancis

MasDab, terus terang saya selalu merasa bersusah hati ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu. Bukan karena saya merasa kasihan dengan penyelenggara negara kita. Bukan pula karena saya tidak bisa menjawab hanya karena belum pernah melihat langsung negara-negara itu (yang foto-fotonya amat mudah dicari dari internet). Saya merasa susah karena (saat itu) saya sendiri tidak bisa menemukan korelasi antara keislaman penduduk sebuah negeri dan makmurnya negeri tersebut, baik dari sisi dalil agama maupun empiris (*jelas ini karena ke-dhoif-an saya yang memang baru menjadi pemula dalam belajar agama). Biasanya saya hanya akan menjawab sekenanya:

“Yah, itu relatif Mas, Mbak. Sampeyan mungkin hanya berjalan-jalan di bagian yang bersih saja. Coba Sampeyan pergi ke daerah di dekat pembuangan akhir, mungkin suasananya beda”

Kembali ke korelasi kebersihan, kemakmuran, dan keislaman penduduk sebuah negeri. Jum’at kemarin, ditengah-tengah rasa kantuk yang menyergap dari segala arah, sayup-sayup saya mendengar Pak Khatib berkhutbah di Masjid Fakultas Teknik UGM, membacakan ayat dari Surat Al A’raf 96 yang berbunyi seperti ini:

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Salah satu bagian hati kecil saya berkata, “Ngapain harus disebut dua kali, beriman dan bertakwa. Kok nggak dijadiin satu aja, gitu. Beriman saja. Atau bertakwa saja, kan beres toh!”

Bagian hati kecil saya yang lain menjawab, “Bodoh kamu, tidak semua penduduk di bumi ini beriman, apalagi bertakwa. Tapi siapa yang melakukan bagian-bagian dari sikap takwa itu, ia tetap mendapatkan imbal baliknya, at least di dunia!”

Seketika itu juga rasa kantuk saya bertambah memudar (*agak hiperbolis kayaknya, hehe). Posisi duduk bersila saya ganti dengan posisi bersimpuh (yang kata orang mengurangi rasa kantuk, terutama saat Jum’atan).

Lhadalah, MasDab. Betul juga ya. Dua syarat tadi memang menjadi syarat utama sebuah negeri untuk mendapatkan limpahan berkah dari langit dan bumi. Tapi jika kita nyicil untuk melaksanakannya bagian per bagian, apakah berkah itu turun juga? Entahlah, saya tidak berani memberikan fatwa A, B, C, atau H karena bukan kapasitas saya. Saya cuma iseng lagi berpikir,

“Oh, kalau begitu sebagian negara-negara yang maju dan bersih itu bisa mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik, mungkin karena syarat terpenuhinya berkah sudah mereka penuhi, meskipun cuma sebagian saja”.

Macam-macam Bak Sampah di Tokyo, Jepang

Di negara-negara yang konon katanya menjunjung tinggi kebersihan itu, konon juga mereka tertib memisahkan sampah-sampah organik dan non-organik. Supaya membuang sampah menjadi aktivitas yang menyenangkan, mereka melakukan riset untuk membuat tempat sampah pintar! Bahkan konon pejabatnya juga bersih, berani mengundurkan diri kalau terbukti bersalah meskipun untuk kesalahan yang terbilang remeh: membanggakan diri bahwa pekerjaannya mudah (bukan malah ngeyel dan melawan dengan alasan yang gak jelas).

Menteri Kehakiman Jepang: Mengundurkan Diri karena Kesalahannya

Di negara-negara itu, konon juga mereka sudah dididik kebersihan sejak dini, baik kebersihan batin maupun lahir. Di negara-negara itu, fasilitas umum menjadi sarana yang harus diutamakan, persis isi pelajaran PPKn di negara yang dulu bernama Hindia-Belanda. Tapi di negara-negara maju itu, pelajar Pendidikan Agama Islam bukan menjadi pelajaran utama anak-anak sekolah sejak SD, berkebalikan dengan negeri eks Hindia-Belanda yang memasukkan kurikulum PAI sejak SD, bahkan sampai perguruan tinggi. Lha terus, kok bisa masyarakat mereka menghayati sedemikian rupa sebagian nilai-nilai Islam itu?

Kampung Gamelan, Yogyakarta

Di kampung-kampung kita pun sebenarnya sudah mulai muncul budaya bersih. Tengok saja kampung sebelah saya (*promosidotcom): Kampung Gamelan, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Mereka mengelola sampah secara mandiri, sampai-sampai Pak Pemulung ndak boleh masuk dan keluyuran di Gamelan. Kasian memang Pak Pemulung, kehilangan lahan komisi di Kampung Gamelan yang asri ini. Namun apa boleh buat, semua penduduk Gamelan sudah bisa “memulung” dan mengelola sampah mereka. Jika Sampeyan pergi ke Semarang, Sampeyan akan melewati kota Temanggung yang bisa dikata cukup rapi dan asri.

Perlu diingat, yang tersebut di paragraf atas baru sebagian kecil saja, MasDab. Dan mungkin baru secara lahir saja, bukan batin. Sebagian yang lain, sebutlah mereka yang ada di Senayan, justru asyik masyuk melahap duit rakyat untuk bikin gedung baru dan mewah saat masyarakat di ujung yang satunya masih kesulitan cari makan. Dengan pongahnya salah satu penghuni gedung rakyat di Senayan berkomentar soal pembangunan gedung baru tersebut, “Ini cuma orang-orang elite yang paham yang bisa membahas ini. Rakyat biasa enggak bisa dibawa-bawa. Rakyat bisa pusing pikirannya…..”.

Jelas sudah, meskipun sudah jelas manual book-nya, kita hanya melafalkannya tanpa mempraktikannya. Sesi teaching and conversation kita lebih besar dari sesi workshop-nya. Akibatnya, masyarakat kita justru sering studi banding ke negara yang sebagian besar rakyatnya tidak ‘disangoni’ manual book , lalu membuat kesimpulan sendiri setelah pulang dari studi banding itu,

“Ternyata saya menemukan nilai-nilai Islam, justru bukan di negeri muslim”

Kini saya agak pede menjawab pertanyaan di atas. Jikalau ada yang bertanya seperti itu, saya akan menjawab,

“Lha mereka itu pinter mempraktikkan ajaran di manual book kita kok, meskipun cuman nyicil. Besaran berkah itu berbanding lurus dengan seberapa besar kita berusaha memenuhi syarat-syarat turunnya berkah tadi. Lha kalau manual book cuman jadi alat hiburan di TV, radio, sekolah, dan bacaan tahunan kenegaraan tanpa dipraktikkan isinya, kapan majunya?”

Kapan, ya? Entahlah. Mari bertanya pada rumput yang bergoyang…..

by sunu wibirama at April 02, 2011 01:49 AM

February 17, 2011

Sunu Wibirama

From Research To Manuscript – Sebuah Resensi

Judul              : From Research to Manuscript – A Guide to Scientific Writing 2nd Edition
Pengarang       : Michael J. Katz
Penerbit         : Springer (2009)
ISBN               : 978-1-4020-9466-8
Sample           : Springer Online Page

A scientific experiment, no matter how spectacular the results, is not completed until the results are published. Thus the scientist must not only do science but must write science
(Robert A. Day, How to Write and Publish A Scientific Paper – 4th Edition)

Mulanya, saya merasa bingung saat mendapatkan tugas “latihan menulis paper untuk dikirimkan ke jurnal internasional” dari dosen pembimbing saya di Thailand. Ini adalah tugas pertama saya untuk benar-benar menulis ilmiah tanpa cela, setelah beberapa kali “berlatih kecil-kecilan” menulis paper untuk seminar nasional maupun internasional dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kebingungan ini membawa saya bertanya kepada beberapa rekan, maupun dosen pembimbing saya sendiri. Pertanyaan saya kira-kira seperti ini, “Ada atau tidak ya, buku yang benar-benar ultimate membahas penulisan ilmiah, khususnya menulis paper ilmiah dari A sampai Z?”

Pertanyaan yang tidak mudah ini terjawab saat saya melihat buku berjudul From Research To Manuscript 1st Edition di apartemen rekan saya, Mas Fikri Waskito. Ketertarikan saya pun membawa langkah saya ke toko buku Kinokuniya di lantai 3 Siam Paragon Mall, Bangkok. Kinokuniya adalah international book store yang mirip perpustakaan karena tempatnya yang nyaman, ada lounge di dalam toko tersebut, dan terdapat arena bermain anak-anak bagi pembeli yang membawa serta keluarganya dan tidak ingin terganggu oleh polah anak-anaknya saat sedang mencari buku yang diinginkan. Sayang, buku yang saya cari ternyata lebih cepat terjual dari yang saya kira. Stok buku kosong, sehingga saya meninggalkan Kinokuniya tanpa hasil.

Beberapa hari sesudahnya, dosen saya mengirimkan email dengan attachment cukup besar. Setelah dibuka, olala ….. ternyata versi digital dari buku yang saya cari dikirimkan melalui email. Dan yang lebih membahagiakan adalah file yang dikirimkan adalah versi terbaru dari buku yang saya cari (Edisi Ke-2, terbitan tahun 2009). Tanpa berpikir panjang, saya segera menekuni buku ini dalam rangka melaksanakan “tugas menulis paper” tadi. Dalam waktu kurang lebih dua minggu, saya menyelesaikan buku ini sekaligus memiliki gambaran yang cukup lengkap tentang seluk beluk penulisan ilmiah yang dibahas dalam buku ini. Apa saja? Simak review saya di bawah ini.

Pada bagian awal buku ini, penulis buku mencoba menjelaskan pentingnya penulisan ilmiah. Klaim saintifik, sedikit banyak, berbeda dengan fakta karena kemunculannya didasari dengan percobaan dan pengujian. Sebuah klaim saintifik tidak akan banyak berguna tanpa disertai dengan data-data yang valid dan teruji. Untuk memudahkan pengujian, validasi, publikasi hasil penelitian, serta menyebarluaskan kemanfaatan dari hasil penelitian tersebut, ilmu untuk menguasai dasar-dasar penulisan ilmiah menjadi tak terhindarkan.

Pada bagian pertama (Tools and Technique), penulis mencoba menjelaskan prinsip-prinsip yang harus dipahami saat kita ingin menekuni dunia penulisan ilmiah. Pemahaman terhadap struktur penulisan ilmiah membuka bagian pertama ini, diikuti dengan beberapa contoh kata-kata yang lazim digunakan dalam penulisan ilmiah berbahasa inggris, cara menampilkan data agar mudah dibaca dalam sekali periksa, dan mengolah gambar-gambar pendukung tulisan ilmiah. Penjelasan bagian pertama cukup mudah dicerna karena disertai dengan contoh-contoh paragraf dalam paper ilmiah, tabel-tabel, grafik, dan penyajian gambar yang baik.

Pada bagian kedua (Writing A Research Paper), penulis menjelaskan logika penulisan paper, dimulai dari yang paling mudah sampai dengan yang paling sulit dan paling penting, dengan urutan sebagai berikut:

  1. Materials and Method
  2. Results
  3. Discussion
  4. Conclusion
  5. Introduction
  6. Title and Abstract

Saya sempat berpikir, mengapa judul and abstrak menjadi bagian tersulit? Bukankah menulis judul dan abstrak tidak terlalu lama dilakukan, tapi mengapa menjadi bagian tersulit? Jawabannya saya temukan dalam halaman 149 di buku ini. Judul dan abstrak tulisan menjadi “wakil” sekaligus “frontman” untuk tulisan kita. Jika kita gagal mengonstruksi judul dan abstrak yang menarik, gagal pula seluruh ulasan dalam paper tersebut karena pembaca akan segera berpaling ke judul paper lain.

Selain menjelaskan cara menulis bagian-bagian paper, bagian kedua ini juga menjelaskan bagaimana cara membangun cara pandang pembaca untuk meyakinkan bahwa apa yang kita sajikan adalah “original”, “novel”, “never been published before”, atau istilah apapun itu yang bermakna “hasil penelitian ini membawa sesuatu yang baru dalam bidang ilmu terkait”. Mungkin inilah yang jarang ditemui di buku-buku penulisan ilmiah lainnya. Kebanyakan buku penulisan ilmiah, especially yang berbahasa Indonesia, hanya membahas teknis penulisan tanpa menjelaskan cara membangun pola pikir pembaca agar mereka percaya, setidaknya memiliki asumsi awal, bahwa apa yang kita sajikan dalam paper adalah sesuatu yang baru, yang belum pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

Bagian ketiga (Preparing a Manuscript for Submission) menjelaskan tips-tips memilih jurnal dan apa yang harus dipersiapkan sebelum mengirimkan manuscript (atau paper dalam format awal sebelum siap diterbitkan). Salah satu tips menarik dari pengarang buku ini adalah: untuk tahap awal, pilihlah sebuah jurnal yang paling susah ditembus. Mengapa? Tak lain adalah kritik dan masukan cuma-cuma dari para reviewer bisa kita dapatkan untuk memperbaiki manuscript kita. Dengan mendapatkan masukan dari berbagai reviewer yang ahli di bidangnya, kita bisa memoles manuscript kita agar lebih reader friendly, dan tentu layak submit ke jurnal yang sesuai.

Tips lain yang disodorkan penulis adalah perlunya mempertimbangkan open access publishing untuk menerbitkan tulisan-tulisan ilmiah kita. Mengapa? Artikel yang dipublikasikan di sebuah penerbit tak berbayar (open access publisher) memungkinkan adanya peluang sitasi yang lebih besar daripada artikel yang dipublikasikan di sebuah penerbit yang berbayar. Pembaca dengan mudah mengunduh tulisan kita, mempelajari, dan bukan tidak mungkin menjadikan tulisan kita sebagai referensi karya ilmiahnya tanpa harus membayar biaya langganan ke penerbit tersebut. Selain berbagai tips di atas, penulis juga menyajikan cara-cara memilih jurnal berdasarkan faktor-faktor yang krusial, seperti ranking jurnal, paper acceptance rate (misal, dari sekian ratus paper yang masuk, hanya 60% yang diterima), dan impact factor (angka yang menunjukkan seberapa sering artikel-artikel pada jurnal tersebut dirujuk oleh karya ilmiah lain). Penulis menutup bagian ketiga ini dengan menjelaskan cara menanggapi komentar atau hasil koreksi dari para reviewer.

Buku ini secara garis besar sudah mewakili penjelasan tentang penulisan ilmiah, khususnya penulisan manuscript untuk sebuah jurnal ilmiah. Selain disajikan secara runtut dan terperinci, buku ini juga menyajikan contoh-contoh paragraf, kata-kata ambigu yang harus dihindari dalam penulisan ilmiah, singkatan-singkatan dan satuan yang digunakan dalam penulisan ilmiah, sampai dengan perangkat lunak yang bisa digunakan peneliti untuk memudahkan penulisan ilmiah. Kelemahan buku ini adalah, tidak ada pemisah yang jelas antara bagian pertama, kedua, dan ketiga sehingga pembaca yang tidak mencermati daftar isi akan kebingungan saat menemukan Chapter 1 (dari bagian berikutnya) setelah membaca Chapter 5 (dari bagian sebelumnya). Secara umum, saya merekomendasikan rekan-rekan mahasiswa yang menempuh studi S2 atau S3, utamanya dari bidang sains, untuk membaca buku ini.

It’s worth the price, folks!

Daftar Isi Buku

Acknowledgements and Introduction

Part I: Tools and Techniques.

1. The Standards of a Scientific Paper.

2. Scientific Words, Sentences, and Paragraphs.

3. Writing Scientific Text.

4. Presenting Numerical Data.

5. Constructing Scientific Figures.

Part II: Writing a Research Paper.

1. Writing During Research.

2. Composing the Sections of a Research Paper

Part III: Preparing a Manuscript for Submission

1. Choosing a Journal

2. A Final Rewrite

3. Preparing and Submitting the Manuscript

4. Responding to Editors and Referees

by sunu wibirama at February 17, 2011 07:15 AM

February 14, 2011

Sunu Wibirama

[Renungan Susu Jahe]: Mari Bersyukur

Pagi ini, sembari menyeruput susu jahe yang nikmat, saya kembali membaca terjemahan salah satu ayat dalam surat Al An’aam yang dulu pernah saya baca bersama rekan-rekan seperjuangan di Bangkok saat kongkow-kongkow bersama setiap Sabtu Sore. Ayat itu kembali mengingatkan saya betapa Allah SWT selalu membungkus balasan-Nya kepada kita selaku umat-Nya dengan rasa sayang. Bagaimanakah hal tersebut terjadi?

Ayat “ajaib” yang mempesona itu tak lain adalah Q.S. Al An’aam : 160 [1], yakni:

“Barangsiapa yang berbuat kebaikan mendapatkan balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)”. (Q.S. Al An’aam: 160)

Ayat yang sepertinya “tidak fair” ini sesungguhnya adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat-Nya. Dalam ayat ini, kalau kita mau “menghitung” secara matematis, Allah SWT secara tak langsung berkehendak untuk memberikan balasan kebaikan SELALU lebih banyak daripada balasan untuk amal buruk. Jika boleh menggunakan logika normal (ro’yu), tentu kita selalu dalam keadaan yang diuntungkan, karena satu buah kebaikan dibalas dengan 10 kali lipat sedangkan satu kali kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Akan berbeda ceritanya jika kita tak pernah berbuat baik, dan selalu berbuat jahat, atau kondisi lainnya, kita berbuat baik sekali dan berbuat jahat lebih dari sepuluh kali. Itu kalau kita menggunakan logika secara mentah dengan mengabaikan penjelasan-penjelasan di ayat lain atau hadits Nabi SAW.

Ayat di atas sejalan dengan ayat lain yang lebih “mempesona” dan spesifik. Coba bayangkan apa yang terjadi untuk infaq ikhlas Sampeyan fii sabilillah:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (Q.S. Al Baqoroh: 261).

Di jalan Allah (fii sabilillah) di sini, termasuk belanja untuk kepentingan ummat, seperti mendirikan sekolah, rumah sakit, usaha untuk penyelidikan ilmiah yang bermanfaat, sampai dengan membantu jihad kaum muslimin di berbagai negeri yang telah diwajibkan bagi umat Islam di daerah tersebut untuk berjihad fisik [1].

Bagaimana penjelasan Rasulullah SAW tentang “jackpot” Allah SWT ini? Mari kita simak hadits dari Ibnu Abbas r.a. di bawah ini [2]:

“Dari Ibnu Abbas r.a., dari Rasulullah SAW meriwayatkan sabda dari Tuhannya SWT, Firman-Nya: Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan-kebaikan dan kejahatan-kejahatan kemudian menjelaskannya, maka barang siapa berniat melakukan kebaikan lalu tidak jadi, Allah mencatat satu kebaikan sempurna. Dan jika ia berniat melakukan kebaikan lalu ia mengerjakannya, Allah catat nilai kebaikannya itu 10 kali lipat sampai dengan 700 kali lipat, sampai berlipat ganda banyaknya. Dan jika ia bermaksud melakukan kejahatan, tapi tidak jadi ia lakukan, Allah catat padanya satu kebaikan yang sempurna. Dan jika ia bermaksud melakukan kejahatan, lalu dikerjakannya, Allah catat padanya satu kejahatan”.
(H.R. Bukhari – Muslim).

MasDab, hadits di atas sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, bahkan niat pun sudah memiliki value di hadapan Allah SWT, apalagi sampai menjadi amal nyata. Niat buruk yang dibatalkan bisa menjadi tabungan juga. Balasan amal baik dilipatgandakan, sedangkan balasan amal buruk dibalas seimbang. Amat jarang manusia yang mau membalas kebaikan sampai berlipat ganda, kecuali memang ia manusia dengan hati yang teramat mulia. Sebaliknya, sangat banyak manusia yang membalas kejahatan dengan kejahatan lain yang lebih kejam dari apa yang menimpanya. Saya pun pernah suatu saat kepikiran seperti itu, apalagi jika ada orang yang berbuat curang atau berbuat jahat kepada saya dan keluarga saya. Sampeyan pun pernah berpikiran demikian, bukan?

Maka sungguh, Allah SWT menciptakan saya dan Sampeyan semua dalam kondisi yang serba diuntungkan jika kita mau memikirkannya. Jika kita mau berpikir, seharusnya kita memperbanyak rasa terima kasih kita kepada Sang Maha Kuasa karena jackpot-jackpot-Nya berterbaran di mana-mana. Terkadang, justru kitalah yang kurang sigap memainkan joystick amal kita dan tidak berusaha sekuat tenaga mempelajari tips-tips, killer codes, cheatsheat, dan shortcut untuk memperbanyak jackpot itu. Mengucapkan hamdalah secara lisan, atau di dalam hati, dan merenungi nikmat-Nya adalah salah satu cara termudah di antara cara-cara lain untuk memainkan joystick amal kita.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
(Q.S. Ibrahim: 7)

MasDab, sudahkah Sampeyan bersyukur hari ini ?

Referensi:

[1] Al Qur’an, Terjemahan Departemen Agama

[2] Irwan Prayitno, “Mengenal Makna Ilah”, Kepribadian Muslim, Pustaka Tarbiatuna: Jakarta, h.30.

by sunu wibirama at February 14, 2011 11:03 PM

February 06, 2011

Sunu Wibirama

Jalur Van di Victory Monument Bangkok Thailand

“MasDab, tahu jalur van ke Ladkrabang? Nge-temnya di mana yah? Saya mau maen ke situ….”
“MasDab, kalau ke Rayong atau ke Pattaya naik van yang mana? Saya ndak bisa baca tulisan Thai….”
“MasDab, saya pengin ke kantor imigrasi, naik van yang manaaaa?”

Yah, itulah sebagian pertanyaan yang dulu tidak pernah bisa saya jawab dengan jelas karena gambaran pangkalan van di Victory Monument Bangkok (Bahasa Thai: อนุสาวรีย์ชัยสมรภูมิ) begitu abstrak. Saya tidak pernah bisa memastikan apakah van yang dimaksud berada di sebelah utara, selatan, timur, atau barat Victory Monument. Van, sebagaimana bus, taksi, dan skytrain, adalah salah satu moda transportasi utama di Thailand, khususnya di Bangkok dan propinsi di sekitarnya. Sebuah van berukuran kecil rata-rata bisa memuat 10 sampai dengan 12 orang dan van berukuran besar mampu menampung maksimal 16 orang (tergantung “size” badan Sampeyan juga, hehee…).

Bepergian menggunakan van lebih irit dibandingkan dengan taksi, bila Anda bepergian bersama dengan teman Anda kurang dari 4 orang. Selain itu, biaya perjalanan van ditetapkan dengan harga-harga diskrit / tertentu tanpa menggunakan argo. Sebagai contoh, dari daerah Ladkrabang sampai dengan Chatujak WeekEnd Market cukup membayar 45 Baht per orang (kira-kira 13.500 rupiah dengan kurs 1 baht = 300 rupiah). Jika Anda berhenti lebih jauh sedikit dari lokasi pemberhentian yang disepakati, harga tidak akan berubah banyak. Jika Anda menggunakan taksi, mungki bisa menghabiskan uang Anda minimal 250 baht untuk sekali jalan (kira-kira 75.000 rupiah).  Irit ya? Jelas!

Sore ini, secara tidak sengaja saya menemukan peta grafis dan jadwal pemberangkatan van di Victory Monument. Meskipun saya sudah mbalik ke Jogja, tidak ada salahnya jadwal ini saya posting di blog. Siapa tahu Sampeyan butuh. Ya tho?

Selamat mengamati jadwal van, MasDab. Semoga perjalanan Sampeyan menyenangkan……

Referensi:

1. http://www.angkor.com/2bangkok/2bangkok/forum/showthread.php?t=3938

2. http://thaitransit.blogspot.com/2008/11/mega-victory-monument-metro-bus.html


by sunu wibirama at February 06, 2011 10:58 AM

January 29, 2011

Bramantyo Erlangga

New themes, yay \(‘.’)/

Finally, after long hours in this late night. I’m using my-diary themes from Gecko and Fly.  Because I’m a newbie at photoshop (or sotosop, locals said), I spent 2 hours just for editing the header. Damn, that’s why people with photoshop skills are highly paid.

Anyway, I don’t have much to say now. I’m too tired to write a blog. Enjoy the new themes everybody :D

by nobody at January 29, 2011 06:21 PM

January 20, 2011

Arie Bayu Purnomo

Republik Kebohongan

Inilah Republik Kebohongan Yang dibangun dari puing kepura-puraan Menjadi surga bagi para penjarah Karena penguasanya juga bedebah   Tahukah kamu ciri-ciri para bedebah?   Itulah mereka Yang kalau berkata isinya dusta Kalau berikar mereka ingkar Kalau diberi amanat mereka khianat   Di Republik Kebohongan Hukum hanyalah alat kekuasaan Bagi mereka penjara hanya kata basi Tak [...]

by watonmuni at January 20, 2011 02:58 AM

January 17, 2011

Sunu Wibirama

Berprestasi di Negeri Orang – Dokumentasi Offline I-4

Dokumentasi ini adalah tayangan wawancara beberapa ilmuwan Indonesia anggota I4 (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional) dalam acara Kick Andy yang disiarkan melalui stasiun MetroTV. Seluruh tayangan yang ada di website ini telah dimuat dalam website resmi Kick Andy dan YouTube. Saya menyediakan versi offline tayangan ini, dengan harapan agar Anda bisa melihatnya sewaktu-waktu, tanpa harus terhubung dengan koneksi internet. Untuk melihat file AVI dua tayangan ini, Anda barangkali membutuhkan K-Lite Codec. Semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi.

Film 1 : Berprestasi di Negeri Orang

MetroTV -  Jumat, 04 Desember 2009 Pukul. 21:21:00 WIB
Link: http://kickandy.com/theshow/1/1/1730/read/BERPRESTASI-DI-NEGERI-ORANG
Dokumentasi Online: http://www.youtube.com/watch?v=E2PFjzq35AI
Download Offline File: (AVI File – 598 MB)

Sudah tidak bisa disangkal lagi, mutu pendidikan di Indonesia banyak dikeluhkan berbagai kalangan. Dari tahun ke tahun selalu fasilitas sarana dan pendanaan yang menjadi faktor kendala utama. Dan, ini tentu saja berakibat mutu lulusannya dipertanyakan. Kita mungkin sudah ketinggalan jauh di tingkat regional Asia Tenggara, terutama dari negara Singapura atau Malaysia.

Di tengah keterpurukan soal mutu dunia pendidikan kita, ternyata tidaklah sama dengan tingkat intelegensi manusia Indonesianya. Sejumlah orang Indonesia ternyata banyak yang berotak encer. Mereka bekerja di luar negeri seperti di Eropa, Amerika dan Jepang. Bahkan berhasil menduduki posisi penting.

Suhendra misalnya. Pria kelahiran Jakarta, 17 November 1975 itu, saat ini bekerja pada Badan Peneliti Jerman, BAM di Berlin. Alumnus Universitas Diponegoro Semarang itu berhasil bekerja sebagai peneliti di Jerman setelah meraih gelar doktor di sebuah univeritas teknik di Jerman. Uniknya, Suhendra yang ahli di bidang metal eksplosif itu membiayai kuliahnya dengan bekerja serabutan dan mengumpulkan botol bekas.

Jabatan yang diraih Andreas Raharso mungkin membuat kita berdecak kagum. Pria berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group yang berkantor di Singapura. Hay Group sendiri mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika. Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pimpinan dunia seperti Amerika serikat, Perancis dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas Raharso cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Selama ini jabatan itu didominasi warga Amerika dan Eropa.

Satu lagi orang Indonesia yang berhasil menduduki posisi penting adalah Profesor Yow Pin Liem. Pria 49 tahun asal Cirebon, Jawa Barat itu adalah pimpinan dan pendiri sebuah perusahaan riset Pro Thera Biologisc di Rhode Island, Amerika Serikat. Di tempat riset Prof Yow ini sudah banyak berkontribusi melakukan penelitian terutama masalah pemahaman seputar molekul kanker dan anthrax.

Barangkali gelar akademis yang diraih Ken Kawan Sutanto (dikenal dengan nama Ken Sutanto) ini tentulah langka. Pria kelahiran Surabaya 1951 silam itu meraih gelar doktor di Jepang. Tidak tanggung-tanggung gelar doktor yang diraih Ken di negeri sakura itu sebanyak empat gelar dari universitas yang bebeda. Saat ini Ken Sutanto mengajar di Universitas Waseda, kampus almamaternya. Selain itu Ken Sutanto juga sebagai dosen tamu di Universitas Venesia, Italia. Karena otaknya yang cemerlang, pria asal Surabaya yang sudah 35 tahun tinggal di Jepang itu mendapat kepercayaan pemerintah setempat duduk di MITI, semacam Departemen dan Perindustrian Jepang.

Menilik prestasi dan kegigihan orang-orang Indonesia ini memang tidak kalah bahkan setara dengan ilmuwan dunia. Walau kondisi pendidikan di tanah air dirasa masih belum kondusif mereka mampu menembus ruang dan waktu berkiprah cemerlang di tingkat internasional. Mereka mengaku masih betah mengabdi di mancanegara. Mereka belum berniat untuk berkiprah di tanah air, karena mereka trauma ilmu yang mereka raih dengan susah payah itu tidak mendapatkan penghargaan yang selayaknya.

Film 2 : Berjaya di Negeri Orang

MetroTV – Jumat, 14 Januari 2011 Pukul 21:30:00 WIB
Link: http://kickandy.com/theshow/1/1/2012/read/BERJAYA-DI-NEGERI-ORANG
Dokumentasi Online: http://www.youtube.com/watch?v=uaVd1wW54R4
Download Offline File: (AVI-540 MB)

Banyak orang malu dan tidak bangga menjadi bangsa Indonesia. Kondisi perekonomian dan tingkah laku elit dan politisi yang sering ribut tanpa solusi kadang membuat orang minder mengaku sebagai rakyat Indonesia. Namun, ada secercah harapan bahwa ternyata ada rasa kebanggaan jika kita melihat para ilmuwan Indonesia yang berkiprah di luar negeri.

Dr Johny Setiawan misalnya. Pria yang masih berusia 36 tahun itu, kiprahnya di Jerman sebagai ahli Astrofisika sering mendapatkan apresiasi dari para ilmuwan setempat. Johny Setiawan adalah orang yang menemukan planet baru di tata surya baru-baru ini. Dan yang lebih menimbulkan decak kagum ternyata, planet yang ditemukan Johny ternyata bukan satu planet, tetapi 10 planet baru. Johny Setiawan yang merupakan lulusan doktor termuda di Albert-Ludwigs Universitas, Greiburg, Jerman itu kini adalah satu-satunya ilmuwan non Jerman yang menjadi Ketua Tim Proyek Max Planck Institute for Astronmy, Jerman.

Ilmuwan lain yang berjaya di luar negeri lainnya adalah Juliana Sutanto PhD. Wanita asal Manado, Sulawesi Utara ini adalah satu-satunya profesor Indonesia, yang ketika berusia 28 tahun sudah meraih posisi sebagai Asisten Pofesor di salah satu universitas ETH di Zurich, Swiss. “Padahal saya dulu tidak diterima di universitas di dalam negeri. Lalu atas saran keluarga, saya kemudian melanjutkan kuliah di salah satu universitas Singapura,” kata Yuliana yang ahli di bidang manajemen informatika mengenang. Sudah banyak penghargaan yang diraih Juliana ini. Selain itu juga beberapa penelitian juga sudah ia patenkan.

Jika Juliana Sutanto berkiprah di Swiss, lain halnya dengan Dr Merlyna Lim. Wanita energik asal Bandung itu sudah puluhan tahun mengajar di Universitas Arizona, Amerika Serikat. Seperti halnya Juliana, Dr Merlyna juga telah melakukan penelitian dan riset terutama di bidang media publik. Dr Merlyna adalah lulusan cum laude dari Universitas of Twente di Enschede, Belanda. Selain sebagai profesor di Universitas Arizona, Amerika Serikat, Merlyna juga sering mengajar di sejumlah universitas di berbagai negara terutama di Amerika dan Eropa.

Putra Indonesia yang banyak mendapat simpati para ilmuwan dunia lainnya adalah Dr Khoirul Anwar. Pria asal Kediri, Jawa Timur itu baru-baru ini telah menciptakan sistem telekomunikasi berbasis 4 G alias generasi ke empat. Artinya, ciptaan pemuda desa, yang berusia 32 tahun itu telah menyempurnakan sistem komunikasi yang kita kenal saat ini yaitu 3 G alias generasi ketiga. “Jadi, dengan sistem komunikasi 4 G ini hambatan yang ada di 3 G bisa disempurnakan di 4 G, kata Dr Khoirul menjelaskan. Tentu saja penemuan atau karya Dr Khoirul itu telah dipatenkan di Jepang.

Selain nama-nama di atas, ada beberapa ilmuwan lain yang berkiprah di luar negeri yang banyak mendapat apresiasi. Dr Mulyoto Pangestu yang saat ini menjadi staf pengajar di Monash University, Australia adalah penemu sistem pengawet sperma binatang. Dengan penemuan itu sistem penyimpanan sperma jadi lebih murah dan efisien. Sementara Prof Dr Ir Irwandi Jaswir M.Sc, baru-baru ini mendapat medali emas pada ajang Reka Cipta dan Inovasi yang sangat bergengsi di dunia yang di gelar di Genewa, Swiss baru-baru ini.

by sunu wibirama at January 17, 2011 11:56 AM

January 06, 2011

Arie Bayu Purnomo

Jalan-Jalan

Beberapa dokumentasi perjalanan, hanya dengan pocketcamera biasa karena tidak mampu beli slr Polewali Mandar, salah satu ibu kota kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat. Kota Pesisir yang ramai, di pinggir pantai ini pada senja hari berdiri pedagang kaki-lima yang menjajakan  sarappa-minuman khas sulawesi dan tentu saja pisang roa-pisang goreng dicocol sambal khas Sulawesi. Pantai Losari, pantai [...]

by watonmuni at January 06, 2011 05:15 AM

January 04, 2011

Arie Bayu Purnomo

Liga Primer Indonesia-Sebuah Alternatif di Tengah Kebobrokan PSSI

Tim Nasional sedang banjir pujian, namun sayang tidak dengan PSSI. Setelah euforia AFF Cup 2010 yang membuat timnas lumayan dipuji, PSSI justru mendapat tekanan dari berbagai pihak, yang paling kentara tentu adalah tuntutan agar sang ketua segera mundur karena dianggap tidak becus mengurus PSSI. Tekanan lain adalah digelarnya Liga Primer Indonesia (LPI) yang merupakan saingan [...]

by watonmuni at January 04, 2011 04:59 PM

January 01, 2011

Sunu Wibirama

More Acceleration!

One year has already passed. Time goes so fast, eventhough we tries to chase after it. For a moslem, there is no need to wait for a special moment to change himself. Every second is a precious gift to get benefit afterlife. Time is more likely a sharp sword. We can use it to beat the enemy, or….. be beaten by it.

明けましておめでとうございます

by sunu wibirama at January 01, 2011 01:55 AM

December 20, 2010

Sunu Wibirama

Kamus Jepang di Firefox – Rikaichan

おはよう皆さん!げんきですか?
私はすごくげんきです!

Ohayou Minna-san! Genki desu ka?
Watashi wa sugoku genki desu!

Yap, kali ini saya akan sedikit menulis tentang Add-on ajaib Firefox yang bisa kita manfaatkan untuk membantu mempercepat belajar bahasa Jepang. Barangkali, Sampeyan penggemar jejepangan sesekali pernah melongok situs Jisho.Org yang menyediakan kamus online Jepang – Inggris (dan sebaliknya). Untuk bisa menggunakannya, tentu Sampeyan harus online bukan? Dan boleh jadi harus bolak-balik melihat halaman kamus sambil melongok halaman web yang sedang Sampeyan baca.

Nah, kabar baiknya, jika Sampeyan menggunakan browser Firefox atau Flock, kini Sampeyan tak harus repot-repot membolak-balik halaman kamus dan halaman web karena kamus JMDICT/KANJIDIC/ENAMDICT kini bisa Sampeyan install di web-browser dan digunakan secara interaktif, bahkan dalam kondisi offline sekalipun. Sampeyan cukup menggunakan Add-on ajaib bernama Rikaichan plus meng-install kamus Japanese-English di browser Anda, dan sim salabim jadi apa prok-prok-prok, arti dari kata-kata berbahasa Jepang, bahkan kanji sekalipun akan muncul di browser Sampeyan.
すごいですね〜

Caranya bagaimana? Simak langkah-langkah di bawah ini:

1. Gunakan browser Firefox atau Flock untuk membuka halaman project Rikaichan di http://www.polarcloud.com/rikaichan

2. Cari link DOWNLOAD dan klik tersebut. Perlu Sampeyan perhatikan juga versi Firefox yang Sampeyan gunakan (saya sendiri menggunakan Flock 2.6.1 dan menggunakan Rikaichan versi 2.00)

3. Setelah Rikaichan ter-install, restart Firefox Anda, kemudian download kamus Japanese-English dari halaman ini (halaman download ini akan muncul secara otomatis setelah Anda melakukan restart Firefox). Restart Firefox Anda sekali lagi.

4. Nah, MasDab. Kini Rikaichan sudah bisa Sampeyan berdayakan. Caranya, lihat halaman kanan bawah Sampeyan. Akan ada tombol bundar berwarna hitam yang jika Sampeyan klik-kiri satu kali akan mengaktifkan Rikaichan (tombol berubah menjadi merah) dan jika Sampeyan klik-kanan satu kali akan muncul berbagai macam pilihan seperti gambar di bawah ini. Cara yang lain, Sampeyan bisa memilih menu “Tools” > “Rikaichan” pada browser Sampeyan.

5. Cara menggunakan Rikaichan? Guampang, MasDab. Tinggal aktifkan Rikaichan, kemudian arahkan pointer mouse Sampeyan ke tulisan Kanji, Katakana, atau Hiragana yang Sampeyan pilih. Contohnya, saya mencoba membuka halaman web Yumeko, yang sekaligus menjadi referensi utama saya untuk Add-On ini. Saat pop-up muncul, Sampeyan bisa memanfaatkan pilihan fitur Rikaichan, seperti “Alternate View” (tekan A), atau “Save to Clipboard” (tekan S).

6.Kalau Sampeyan pengin melihat versi lengkap arti dari sebuah kata, tinggal pilih menu “Lookupbar” (lihat gambar di langkah ke-4). Lihat gambar di bawah ini. Saya memasukkan kata Kakkoii (かっこいい) dan menekan tombol “Enter” pada keyboard. Secara otomatis Rikaichan akan menampilkan semua arti kata tersebut. Begitu pula jika Sampeyan memasukkan karakter kanji di Lookupbar Rikaichan.

7. Apa isi dari menu Options? Banyak….tapi salah satunya adalah pilihan tombol kombinasi untuk memanfaatkan fitur Rikaichan. Selain itu, Sampeyan bisa juga mengatur preferensi dari kamus yang Sampeyan gunakan.

Nah, MasDab. Rasa-rasanya cukup sampai di sini sedikit ulasan tentang kamus berbasis browser bernama Rikaichan ini. Selamat mengeksplorasi dan jangan lupa melongok tutorial dari Mas Agro Rachmatullah di web Yumeko-nya.

じゃまたね!

by sunu wibirama at December 20, 2010 12:41 AM

December 13, 2010

Sunu Wibirama

DIJUAL: iBook G4 Last Generation

Yth. Rekan Bloggers,
Kami berniat untuk melego laptop kesayangan kami tercinta, sebuah iBook G4 putih edisi terakhir (Last Generation) dengan data spesifikasi dan aksesoris sebagai tersebut di bawah ini. Gambar-gambar bisa dilihat di Picasa kami:

http://picasaweb.google.com/alkratoni/LapakIBookG4Sunu


Untuk keterangan lebih lanjut terkait harga silahkan kirim private message via ke email kami di:

Spesifikasi
Model: iBook G4 (Last Generation)
Umur: 58 bulan
OS: MacOS X 10.5.4 (Leopard)
Memori : 1.5 GB (upgraded)
Processor: PowerPC G4 (1.5), 1.33 GHz
Kecepatan Bus: 1.33 MHz
VGA: ATI Mobility Radeon 9550
HDD: 40 GB
Battery-Capacity: 1333 mAH (original capacity 4400 mAH)
Battery-Time: +/- 30 Minutes

Aksesoris
- Charger lengkap
- Converter DVI / VGA
- Dial-UP (PPP) Cable
- DVD Tiger (10.4)
- Buku Manual
- Softcase
- Keyboard Protector
- Box Laptop

by sunu wibirama at December 13, 2010 05:44 AM

November 10, 2010

Sunu Wibirama

Belajar Menulis Kanji di Mac dengan Trackpad


私は sunu です。
インドネシア からきました。
Watashi wa sunu desu.
Indoneshia kara kimashita.
Saya Sunu. Dari (negara) Indonesia.

“MasDab, gimana sih cara nulis kanji yang mudah pake Mac? Ada nggak ya, fitur menulis dengan trackpad?”
Saya jawab, “Ada…tenang aja. Sampeyan baca artikel ini sampai selesai, ya. Lalu tulis komentar Sampeyan, hehe…”

Nah, MasDab. Barangkali Sampeyan pernah membaca artikel lama saya yang bercerita tentang bagaimana mengaktivasi karakter Asia Timur (khususnya Jepang) di komputer Mac. Pada artikel kali ini, saya akan bertutur tentang fasilitas baru komputer Mac dengan trackpad-nya. Jika Sampeyan sudah menggunakan Snow Leopard dan trackpad komputer Sampeyan adalah multitouch trackpad, maka artikel ini akan sangat berguna untuk Sampeyan yang sedang belajar bahasa Jepang atau bahasa Cina, dan menggunakan komputer Mac.

Salah satu kelemahan belajar bahasa Jepang/Cina menggunakan komputer adalah, “kehilangan kesempatan belajar menulis”. Namun rupanya, Steve Jobs dkk. menyadari hal ini dan mereka sepenuhnya paham bahwa menulis adalah bagian tak terpisahkan dari belajar bahasa. Nah, salah satu fitur berharga yang bisa Sampeyan jumpai di komputer Mac adalah “Show Trackpad Handwriting”. Cara menggunakan fitur tersebut sebagai berikut:

1. Buka “System Preferences” dari menu bergambar apel di sebelah kiri atas komputer Sampeyan. Kalau tidak ketemu, coba gunakan fasilitas “Spotlight” untuk mencari “System Preferences”. Kalau nggak ketemu juga…..aduh, cucian deh elo! Dipake nggak sih komputernya….

2.  Ok, no offense ya. Don’t be mad dengan kalimat di akhir poin 1 (*tapi tetep aja Sampeyan harus menemukan System Preferences untuk bisa lanjut). Setelah ketemu, coba buka “Language and Text”. Pilih menu “Input Sources”. Aktifkan “Kotoeri” (untuk karakter Jepang), “Chinese – Simplified” atau “Chinese – Traditional” (untuk karakter Cina). Perlu Sampeyan ketahui, karakter kanji dalam bahasa Jepang berasal dari negara Cina. Sayangnya, fitur “Show Trackpad Handwriting” ini hanya untuk karakter Cina. So, jika Sampeyan ingin menulis karakter kanji Jepang dengan trackpad, Sampeyan musti mengaktifkan karakter Cina juga. Untuk lebih jelasnya, silahkan Sampeyan lihat gambar di bawah ini.

3. Sudah beres? OK, saatnya beraksi. Pilih “Show Trackpad Handwriting” dari menu keyboard input bergambar bendera yang ada di bagian kanan atas Sampeyan. Jika Sampeyan masih bingung juga, coba tekan kombinasi keyboard “Control+Shift+Spacebar” bersamaan. Silahkan Sampeyan lihat gambar di bawah ini.

4. Nah, kini trackpad Sampeyan sudah diambil alih sepenuhnya oleh fasilitas ini. Untuk me-nonaktif-kan fitur ini, Sampeyan bisa menekan kembali kombinasi tiga tombol ajaib di atas (Control+Shift+Spacebar). Untuk menggunakan fasilitas ini, Sampeyan harus membayangkan trackpad Sampeyan sebagai “area virtual” untuk menulis kanji. Di bawah ini, Saya cantumkan gambar layout “area virtual” yang diletakkan di atas trackpad.


Keterangan tombol:

(1) Tombol backspace untuk menghapus karakter kanji Sampeyan. Jika Sampeyan salah tulis, cukup klik trackpad di bagian kiri atas ini dengan lembut.
(2) Tombol space untuk memberi ruang antara karakter kanji yang sudah Sampeyan tulis dengan karakter kanji baru yang akan Sampeyan masukkan.
(3) Tombol delete, untuk menghapus karakter kanji yang sudah sampeyan tulis.
(4) – (7) adalah karakter kanji hasil pengenalan pola karakter (character recognition) Mac Sampeyan. Mac akan menyediakan berbagai macam pilihan kanji, sesuai dengan yang Sampeyan tulis. Silahkan menekan salah satu kanji untuk memilih karakter kanji yang Sampeyan maksud.

5. Saatnya menulis kanji! Aktifkan aplikasi “TextEdit” Sampeyan, kemudian aktifkan fitur “Show Trackpad Handwriting”. Mulailah menulis dan pilih karakter kanji yang Sampeyan maksud. Untuk menambahkan space di antara karakter yang ada, cukup tekan tombol (2). Di bawah ini, saya mencoba menulis kanji gunung (山 / Yama) dan memasukkannya di TextEdit. Yah, meskipun agak repot, it was really fun….

6. Untuk yang masih penasaran dengan fitur-fitur lain di Mac yang mendukung pembelajaran Bahasa Jepang, silahkan lihat artikel di blog Tofugu ini. Hope it helps you too…..

Inilah alasan mengapa saya selalu mengatakan,

“Mac ain’t everything, but it seems that it is a little bit better than the others”

これから….日本語をべんきょうしますがんばってください ね~!

by sunu wibirama at November 10, 2010 01:41 AM

October 20, 2010

Sunu Wibirama

Mari Memudahkan, Semoga Dimudahkan!

MasDab, artikel saya kali ini ‘sedikit bernada serius’ mengupas akhlaq bermuamalah yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat yang mulia. Akhlaq ini, as usual, berlaku universal, pun untuk mereka yang bukan beragama Islam. Tentu saja, saya lebih berharap banyak kepada diri saya dan saudara seiman saya untuk mendapatkan manfaat setelah membacanya. Selamat membaca, MasDab. Semoga berkenan menjadi penyejuk hati.

Di Penghujung Malam

“Ya Allah yang Maha Pemurah, mudahkanlah segala urusan kami. Engkau adalah Dzat yang menguji makhluk sesuai dengan kemampuannya, maka mampukanlah kami melewati ujianmu”

Demikian doa seorang hamba yang barangkali kita pun pernah melakukannya. “Dimudahkan segala urusannya” adalah ‘jurus maut’ yang tak dinyana-nyana sering terselip dalam doa-doa harian kita. Dan itu sah-sah saja, tiada yang melarang. Namun, kadang terkabulnya sebuah doa tidak dengan serta merta nyata setelah sang hamba meminta. Di ‘titik tunda’ itulah, Allah menyelipkan peluang bagi sang hamba untuk instropeksi diri, bermuhasabah, sambil terus mengharap kemurahan dari Sang Pencipta.

MasDab, setiap kita memiliki permasalahan, baik yang bisa kita ‘ceritakan’ kepada Allah SWT dan mahluq-nya, maupun permasalahan yang hanya bisa kita ‘ceritakan’ kepada Allah SWT. Masalah itu, ada kalanya tak kunjung terselesaikan bukan karena Allah tidak mengabulkan doa kita. Sebagaimana nasihat dalam “Mutu Manikam dari Kitab Al Hikam” bab 6 [1]:

“Belum terkabulnya doa si hamba setelah berusaha berulang-ulang berdoa penuh harapan, jangan sampai membuat si hamba berputus asa. Allah SWT telah memberi jaminan diterimanya doa setiap hamba Allah, menurut pilihan dan ketentuan Allah sendiri, bukan atas pilihan dan kemauan si hamba, atau menurut waktu yang dikehendaki si hamba. Allah SWT telah menetapkan kapan dan di saat apa doa seorang hamba diterima oleh-Nya”.

Mungkin saja, ada hal-hal lain yang perlu kita jalani, sebelum doa itu terkabulkan. Dan inilah salah satunya: memudahkan urusan orang lain.

Taujih Nabawi (Nasihat Nabi)

MasDab, ‘pabila Sampeyan ingat buku tentang ‘Hadits Arbain’ yang mungkin pernah Sampeyan baca, tentu Sampeyan mengerti bagaimana utamanya 40 hadits yang dikumpulkan oleh Imam Nawawi. Beliau bahkan mengatakan, hadits-hadits di dalamnya adalah “landasan agama yang penting, yang para ulama menilainya sebagai inti ajaran agama Islam” [2]. Ada sebuah hadits yang cukup relevan dengan tema di atas. Hadits ke-36 bertema “Membantu Sesama Muslim” itu memiliki redaksi demikian:

Artinya:

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitann niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab- kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya”.
(Muttafaq ‘alaih).

Dalam hadits di atas, ada penggalan yang berbunyi “…wa man yassara ‘ala mu’sirin, yassarallahu ‘alaihi fid-dunya wal akhirah….”. Inilah tema yang diperbincangkan dalam artikel ini,
“…Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat…” .

Kisah Klasik untuk Masa Depan

MasDab, judul di atas boleh jadi menyingkap nostalgia kita akan grup musik asal Jogja yang dulu lagu-lagunya sempat menghiasi pensi (pentas seni) di mayoritas sekolah menengah di kota pelajar itu. Namun, ada benarnya pula belajar dari kisah klasik, supaya kita mampu melihat masa depan dengan lebih baik.

Dalam kitab Ad-Da’wah – Qawa’id wa Ushul [3], Ustadz Jum’ah Amin menjelaskan salah satu dari sepuluh kaidah dalam penyebaran Islam adalah ‘At-Taisiiru Laa At-ta’siiru” atau “Memudahkan bukan mempersulit”. Simak sikap Rasulullah kepada seorang sahabat yang telah ‘melanggar aturan’ saat Ramadhan:

Dari Abi Hurairah ra, bahwa seorang sahabat mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, ”Celaka aku ya Rasulullah.” “Apa yang membuatmu celaka?“ Aku berhubungan seksual dengan isteriku di bulan Ramadhan.” Nabi bertanya, ”Apakah kamu punya uang untuk membebaskan budak? “ “Aku tidak punya,” jawabnya. “Apakah kamu sanggup puasa 2 bulan berturut-turut?” ”Tidak.” “Apakah kamu bisa memberi makan 60 orang fakir miskin?“ ”Tidak.” Kemudian duduk. Lalu dibawakan kepada Nabi sekeranjang kurma maka Nabi berkata, ”Ambillah kurma ini untuk kamu sedekahkan.” Orang itu menjawab lagi, ”Adakah orang yang lebih miskin dariku? Tidak lagi orang yang lebih membutuhkan di barat atau timur kecuali aku.” Maka Nabi SAW tertawa hingga terlihat giginya lalu bersabda, ”Bawalah kurma ini dan beri makan keluargamu.” (H.R. Bukhari dan Muslim) [4]

Di sisi lain, Rasulullah juga ingin memberikan kemudahan untuk mereka yang masih tergolong ‘awam’, meskipun harus menegur sahabat Mu’adz bin Jabal, yang disebut Rasulullah sebagai ‘orang yang paling mengetahui halal dan haram’. Bukan hal yang main-main, menegur salah satu sahabat yang utama. Berikut ini kisahnya:

Rasulullah suatu ketika gusar karena suatu saat Mu’adz bin Jabal menjadi imam shalat membaca surat Al-Qur’an terlalu panjang. Beberapa riwayat menyebutkan di raka’at awal beliau membaca surat Al-Baqarah dan di rekaat kedua surat An-Nisaa. Seorang makmum memprotes Mu’adz karena shalatnya terlalu lama dan hal tersebut kemudian dilaporkan kepada Rasulullah Saw. Ketika mendengar hal tersebut, Rasulullah Saw kemudian menegur sahabat Mu’adz. “Hai Mu’adz, janganlah kamu menjadi tukang fitnah, di belakangmu ikut bersembahyang orang yang sudah tua, orang yang lemah, orang yang punya hajat, musafir…” [5]

Coba kita bayangkan, bila Rasulullah sama sekali tidak memberi kemudahan kepada sahabat di kisah pertama dan kepada jama’ah sholat Mu’adz bin Jabal di kisah kedua. Tentu, da’wah Rasulullah akan semakin sulit berkembang di kalangan kaum muslimin saat itu. Atau kasus lain, bayangkan apabila Rasulullah memberi kemudahan hanya kepada kaum awam saja, tidak kepada sahabat beliau. Lalu, bagaimana para sahabat akan mengajarkan prinsip rukhsoh (keringanan) kepada ummat yang lain kalau ia sendiri tidak pernah mengalaminya?

Namun, Rasulullah mengajarkan kepada kita: sama sekali tidak ada kesukaran, yang ada adalah kemudahan. Dengan kemudahan tersebut, seluruh taklif (pembebanan) dan hal-hal fardhu dalam hidup akan terlaksana dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Dengan kemudahan, Islam menjadi agama rahmatan lil ‘alamiin yang bertahan di tengah terik panas sahara, maupun dinginnya daerah Skandinavia. Islam menjadi match untuk mereka yang bersuka ria di bawah limpahan matahari khatulistiwa maupun mereka yang bekerja keras luar biasa di daerah sub tropika. Dan kemudahan berlaku universal, sebagaimana tagline sebuah maskapai penerbangan, “Now, everyone can fly”, tanpa memandang mereka yang necis berdasi, atau mereka yang bangga dengan sebutan backpacker. Kemudahan yang diajarkan Rasulullah tidak memilih antara para ‘penggiat’ Islam atau ‘ummat’ yang awam. Itulah sunnah Rasulullah, bukan sunnah kaum atau golongan.

Wijhat (Perspektif)

Artinya:

“Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang” (Maryam: 97).

Salah satu cara untuk menjadi ‘pandai memudahkan urusan orang lain’ adalah memupuk rasa empati dan toleransi. Empati dan toleransi adalah bekal berinteraksi. Nasihat Ustadz Adil Abdullah Al-Laili Asy-Syuwaikh, “Toleransi adalah konsekuensi ukhuwah. Barangsiapa yang toleran kepada saudaranya, maka Allah akan toleran kepadanya” [6] sangat relevan dengan judul di artikel ini. Allah, Dzat yang Maha Memiliki dan yang Maha Berkehendak, bahkan mengajarkan ‘empati’ kepada manusia. Lihat ayat di atas, Alqur’an diturunkan dengan ‘bahasa manusia’ agar kita mudah menghafal dan memahami. Sebuah bentuk ‘empati’ Allah kepada manusia.

Lihat perintah shalat malam yang “diringankan” pada Q.S. Al Muzammil ayat 20. Dibalik keringanan itu, Allah Maha Tahu bahwa “….akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah, dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran”. Bahkan bacaan “Faqraauu maa tayassara minal qur’an” (maka bacalah apa yang mudah dari Alqur’an) diulang lagi di ayat yang sama dengan frase “Faqrauu maa tayassara minhu” dengan arti yang serupa pada frase sebelumnya. Betapa Allah sangat ‘berempati’ kepada kita semua.

MasDab, bisa jadi kesulitan yang menimpa hari-hari kita adalah sebuah pesan dari Allah SWT, agar kita tidak membebani diri sendiri dengan mempersulit urusan orang lain. Hari-hari berat kita, mungkin adalah ‘sentilan’ dari Yang Maha Kuasa. Mari bersama merenungi frase-frase yang pernah kita ucapkan. Janji-janji kita kepada saudara seiman dan seperjalanan. Sudahkah kita berlapang dada menerima kondisi saudara kita? Ataukah kita berkeras hati meletakkan kemauan kita, meski saudara kita sebenarnya tak merasa nyaman namun enggan menyampaikannya?

Semoga Allah mempermudah langkah kita, dan memudahkan kita untuk mempermudah langkah sahabat-sahabat kita.

Yogyakarta, 20.10.2010,

Sunu Wibirama

Referensi:

[1] Ahmad bin Muhammad Atailah, Mutu Manikam dari Kitab Al Hikam: Saduran dan Ikhtisar. Surabaya: Mutiara Ilmu, 1995.

[2] Ibnu Daqiqil ‘Ied, Syarah Arbain An Nawawi. Yogyakarta: Media Hidayah, 2001.

[3] Jum’ah Amin Abdul ‘Aziz, Ad Da’wah – Qawa’id wa Ushul. Alexandria, Egypt: Dar-ad Da’wah, 1997.

[4] Ahmad Sarwat. (2007, 20 October 2010). Kisah Sahabat, Berhubungan Saat Puasa Ramadhan, Tidak Jadi Kena Kafarat Malah Dapat Kurma. Available: http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1159500333

[5] A. Jauhari. (2010, 20 October 2010). (Jum’at Pagi) – Pemimpin Sejati. Available: http://filsafat.kompasiana.com/2010/02/12/jumat-pagi-–-pemimpin-sejati/

[6] Adil Abdullah Al-Laili Asy-Syuwaikh, Musafir fii Qithorid Da’wah: Maktabatul Mujtama’, 2006.

by sunu wibirama at October 20, 2010 04:26 PM

October 16, 2010

Bramantyo Erlangga

Lagi Mellow

Yaps, seperti judulnya.. Kemaren jumat, 15 Oktober, saia lagi mellow. Mellow? Mellowdia? itu toko musik, geblek!

Soalnya, kamisnya saia mau sakit rasanya. Sudah mulai radang tenggorokan. Walhasil saia tidur cepat hari kamis malamnya. Akibatnya, tentu saja sudah bisa ditebak, saia bangun kepagian hari jumatnya..

Pagi itu, saia bermimpi sebelum terbangun. Mimpi tentang – “nya”.
Padahal, saia orang yang jaraaaaaaang banget bermimpi. Palingan cuman sekali dalam beberapa bulan. Itu yang keinget waktu bangun ya, hehe..

Gara gara mimpi itu, saia jadi mellow hari itu.. Sudah lama juga nggak bertukar kabar dengan – “nya”. Yah, walhasil saia yang nanya duluan akhirnya, namanya juga lagi mellow…

Yasudah, sampe disini saja saia ceritanya, sisanya biar menjadi rahasia kecil saia, ntar kalo ada update terbaru lagi baru saia kabarkan ke khalayak ramai :P

*mohon maaf isi blognya nggak jelas, maklum, yang nulis juga lagi mellow mellow g jelas :P *

PS : gara – gara ini jadi nyetel lagunya naff..

Kau Masih Kekasihku

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

tak bisa ku tahan laju alir
untuk semua kenangan yang berlalu
hembuskan sepi
merobek hati

meski raga ini tak lagi milikmu
namun di dalam hatiku sungguh engkau hidup
entah sampai kapan
ku tahankan rasa cinta ini

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

dan ku berharap semua ini
bukan kekeliruan seperti yang kukira
seumur hidupku
akan menjadi doa untukmu

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

andai saja waktu bisa terulang kembali
akan kuserahkan hidupku di sisimu
namun ku tahu itu takkan mungkin terjadi
rasa ini menyiksaku
sungguh sungguh menyiksaku

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

by nobody at October 16, 2010 03:18 PM

October 04, 2010

Sunu Wibirama

Tingkatkan Produktivitas Menulis dengan EndNote

MasDab, saya sekedar ingin membuktikan kalau diskusi di angkringan atau di warung bakso bisa berbuah menjadi sebuah tulisan. Sebagaimana kata seorang rekan, “Di mana pun kita, asal ada kemauan, produktivitas bisa kita jaga”. Tulisan di bawah ini adalah rangkuman dari berbagai artikel di blog ini yang saya kirimkan ke Harian Kedaulatan Rakyat dan ternyata nongol hari ini di Rubrik Digital (Senin, 4 Oktober 2010, halaman 15). Idenya muncul saat kami berbincang di warung Bakso Jamur Hathori di daerah Wirobrajan (*Dab, wis tak promosikan lho warungmu, sesuk mangan gratis maneh yooo :D )
Selamat menyimak, MasDab!

Repot ya, membuat karya tulis ilmiah. Kita harus bersusah payah menginventarisasi semua referensi, memasukkannya satu persatu dalam teks karya tulis ilmiah, dan mengubah format penulisan sitasi sesuai dengan ketentuan penerbit”

Demikian salah satu komentar dari rekan saya, saat kami berdiskusi tentang bagaimana membuat karya tulis ilmiah yang baik. Sebenarnya, permasalahan yang dihadapi oleh rekan saya juga dihadapi oleh sekian banyak penulis di seluruh penjuru dunia. Untunglah, kini ada sebuah perangkat lunak manajemen referensi bernama EndNote yang diproduksi oleh Thomson Reuters, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang inovasi teknologi dan layanan informasi untuk berbagai bidang penelitian dan profesi, seperti kesehatan, bisnis, keuangan, media, serta sains dan teknologi. EndNote bisa diintegrasikan secara langsung dengan beberapa perangkat lunak pengolah teks, seperti Microsoft Word dan OpenOffice (pada sistem operasi Microsoft Windows, Vista, dan Seven), serta Pages (pada sistem operasi Mac) dengan RAM komputer minimal 256 MB dan prosesor minimal Pentium-450MHz.

EndNote mampu menyimpan data referensi sampai dengan 100.000 referensi. Ada dua cara penyimpanan referensi yang didukung oleh EndNote, yakni manual dan citation import. Cara manual lazim dilakukan jika Anda ingin memasukkan data-data referensi sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk melakukannya, Anda harus membuat sebuah database referensi untuk menyimpan data-data referensi Anda. Untuk membuat database referensi baru, klik menu “File”, kemudian “New”. Untuk menambahkan satu data referensi baru ke dalam database tersebut, tekan menu “References” kemudian pilih “New References”. Setelah itu, Anda akan dihadapkan pada tampilan isian data referensi, seperti “Nama Pengarang, “Judul Karangan”, “Tahun Penerbitan”, “Nama Penerbit”, “Volume”, “ISBN/ISSN”, dan sebagainya. Isian data referensi tersebut bervariasi, sesuai dengan jenis referensi yang Anda pilih. EndNote mendukung 45 jenis referensi, mulai dari teks kuno, buku cetak dan buku elektronik, gambar (artwork), paper konferensi, prosiding, artikel jurnal, surat kabar, thesis, disertasi, sampai dengan halaman web dan blog. Apabila Anda memiliki data lain berupa berkas gambar atau berkas berekstensi PDF yang mendukung data referensi Anda, EndNote menyediakan layanan untuk menautkan data referensi Anda ke berkas gambar atau berkas PDF yang Anda simpan di dalam hard disk, sehingga memudahkan Anda untuk mencari dan membuka data pendukung tersebut.

Tampilan perangkat lunak EndNote. (Inzet: Paket EndNote yang diperoleh penulis secara gratis dengan mengisi kuesioner di website Thomson Reuters)

Penambahan data referensi dengan cara citation import bisa dilakukan apabila Anda memiliki akses ke situs-situs ilmiah tertentu, seperti www.sciencedirect.com atau www.ieeexplore.ieee.org, yang menyediakan fasilitas pengunduhan data referensi sebuah artikel dalam berkas berekstensi RIS. EndNote akan membaca berkas tersebut, kemudian menyimpan dan menambahkan data referensi artikel terkait ke dalam database referensi yang sudah Anda buat. Salah satu keuntungan cara citation import adalah Anda tidak perlu bersusah-payah mengisikan data “Nama Pengarang”, “Nama Penerbit”, atau “Judul Karangan” secara manual ke dalam database Anda.

Salah satu fitur istimewa yang dimiliki EndNote adalah “Automatic Citation Format”. EndNote menyediakan tak kurang dari 4.500 format penulisan sitasi bibliografis, yang tersedia langsung di dalam perangkat lunak EndNote atau di situs resmi EndNote, www.endnote.com. Saat Anda memilih referensi yang ingin Anda masukkan ke dalam karya tulis, secara otomatis EndNote akan mengatur format penulisan sitasi dan daftar referensi di karya tulis Anda. Efektivitas kerja Anda akan meningkat drastis apabila fitur ini dimanfaatkan dengan baik.

EndNote juga memiliki fitur-fitur tambahan yang memudahkan Anda mengelola dan mencari referensi. Salah satu fitur yang cukup membantu adalah “References Group”. Fitur ini memudahkan Anda mengelompokkan referensi berdasarkan tema referensi tersebut. Pada gambar di atas, penulis mengelompokkan referensi yang tersimpan dalam grup “Buku”, “Eduwriting”, “Koran”, “Paper Sunu”, “Thesis”, dan “Ultrasound”. Selain itu, EndNote juga memiliki fitur “Quick Search” yang memudahkan Anda mencari referensi di dalam database Anda secara cepat dan “Online Search” yang memudahkan Anda mencari referensi yang Anda perlukan di situs database dan perpustakaan online di seluruh dunia, seperti EBSCO, PubMed, Medline, Oxford University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan masih banyak lagi.

Memperoleh EndNote Secara Gratis

Jika Anda membeli perangkat lunak ini secara resmi dari situs Amazon.Com, Anda perlu merogoh kocek sebesar USD 229,95 atau sekitar Rp.2.083.300,-. Mahal bukan? Jangan khawatir, ada sebuah cara lain yang bisa Anda lakukan untuk memperoleh EndNote versi terbaru secara cuma-cuma. Anda hanya perlu membayar pajak pengiriman barang impor yang berkisar tidak lebih dari Rp.100.000,-. Caranya, Anda harus memesan EndNote sebagai “Instruktur Pelatihan EndNote” dan mengisi kuesioner di situs resmi EndNote. Untuk melakukannya, buka halaman http://www.endnote.com/training/. Kemudian, lihat bagian “Instructor Support” di bagian paling bawah halaman tersebut dan buka tautan “Instructor request form”. Isi kuesioner di halaman tersebut. Perlu Anda perhatikan, Anda hanya perlu mengisi permintaan material berupa perangkat lunak (dalam bentuk CD) dan tidak perlu mengisi permintaan material pelatihan berupa buku, buklet, atau poster karena ada biaya kirim tambahan untuk materi hard copy. Setelah mengisi data diri dengan benar, kirimkan permintaan tersebut dengan menekan tombol “Submit Information”. Jika stok promosi dari Thomson Reuters masih tersedia, dalam waktu 10-14 hari kerja Anda akan mendapatkan perangkat lunak EndNote secara gratis. Kalau bisa legal dan murah, mengapa harus menggunakan perangkat lunak bajakan?

NB: Artikel tercetak bisa dilihat dengan mengakses gambar di bawah ini:


by sunu wibirama at October 04, 2010 02:15 AM

October 03, 2010

Bramantyo Erlangga

Seperempat Abad

Hari ini, tiga oktober 2010, adalah hari dimana saia tepat berusia seperempat abad.

Seperempat abad? alias 25 tahun, atau 9125 hari, atau 219,000 jam, atau 13,140,000 menit, atau 788,400,000 detik. Banyak sekali waktu yang sudah saia buang di dunia ini..

Entah, mau bangga atau malah malu. Di usia saia yang sekarang, bill gates mbikin sudah mbikin Disk Operating System, yang merupakan cikal bakal windows yang kita pake saat ini. Sedangkan saia? masih berkutat dengan  psp, nds, laptop, wanita, etc etc.. nda peroduktip lah..

Yah, anggap saja itu sebagai renungan. Di usia saia yang sudah seperempat abad ini, masih banyak mimpi saia yang belum tercapai. Pengen punya perusahaan sendiri, pengen punya pasangan tetap, pengen punya lcd tipi 52 inch, pengen punya mobil mitsubishi lancer evo 3 gti, pengen punya rumah.. Pokoknya banyak lah keinginan saia yang belum tercapai. Maklum, manusia memang makhluk yang nda pernah puas, ahahaha.

Sudah 25 tahun yang saia habiskan di dunia ini, dan sepertinya saia harus berusaha lebih keras lagi supaya mimpi mimpi saia tadi bisa terwujud. Amiiin… mudah mudahan tuhan mengabulkan..

Oiya, di hari yang spesial ini, saia juga mau mengucapkan terimakasih buat Sari Anggraini, yang sudah nemenin saia nyari PS3 buat hadiah ultah saia yang ke 25 dari diri saia sendiri, dan buat Wenny Dwi Setiowati, buat cake ultahnya :)

Terima kasih juga buat semua temen2 yang sudah ngucapin selamat, baik melalui SMS, facebook, twitter, dan plurk. Semoga kalian semua makin sukses dan jaya. Bravo!

*Di hari ini, ada dua orang yang saia tunggu2 sampe sekarang belum ngucapin ultah.. Mamah saia sendiri, dan “you-know-who”. Yang pertama sih sudah biasa lupa, beliaunya sejak kuliah sudah mulai lupa soalnya :D , kalo yang kedua memang..  yah.. what can I say..*

by nobody at October 03, 2010 03:59 PM